Praktisi Rescue Ingatkan Bahaya Menarik Pintu Saat Evakuasi Korban Terjepit
SAMARINDA, KASAKKUSUK.com – Praktisi Keselamatan dan Penyelamatan, Prima P. Lesmana, mengingatkan pentingnya penerapan prosedur ekstrikasi yang tepat dalam proses evakuasi korban kecelakaan lalu lintas yang terjepit di dalam kendaraan. Pernyataan itu disampaikan menyusul insiden kecelakaan di Jalan Poros Samarinda-Bontang, Kelurahan Sungai Siring pada Sabtu, 18 Juli 2026.
Menurut Prima, proses penyelamatan korban tidak boleh dilakukan secara sembarangan karena setiap tindakan dapat memengaruhi keselamatan korban maupun petugas di lapangan.
Kesalahan dalam teknik evakuasi berpotensi memperparah kondisi korban, terutama apabila mengalami cedera serius.
Dia menyoroti praktik menarik daun pintu kendaraan secara paksa sebagai metode yang tidak direkomendasikan dalam penanganan korban terjepit.
“Bicara ideal atau tidaknya, tentu jawabannya tidak ideal mengingat kondisi case seperti ini sudah seharusnya menggunakan peralatan TEA Ekstrikasi yang proper,” kata Prima.
Dia menjelaskan, daun pintu kendaraan bukan merupakan struktur utama yang dirancang untuk menerima beban tarik besar. Akibatnya, pintu berpotensi terlipat, robek, atau terlepas dari engsel tanpa menciptakan ruang yang cukup untuk mengeluarkan korban.
Selain itu, gaya tarik yang hanya terfokus pada pintu tidak akan mengembalikan bentuk pilar kendaraan yang mengalami deformasi dan menjadi penyebab korban terjepit. Kondisi tersebut membuat proses penyelamatan menjadi kurang efektif.
Ia juga mengingatkan adanya risiko snap-back, yaitu kondisi ketika rantai penarik terlepas secara tiba-tiba akibat engsel patah. Situasi itu dapat membahayakan petugas penyelamat maupun warga yang berada di sekitar lokasi.
Tak hanya itu, pergerakan kabin akibat tarikan yang tidak terkontrol juga berpotensi memperburuk cedera korban, terutama apabila terdapat dugaan cedera pada tulang belakang.
Prima menegaskan metode penarikan hanya dapat dipertimbangkan sebagai pilihan terakhir apabila peralatan ekstrikasi hidrolik, seperti spreader dan cutter, tidak tersedia, sementara kondisi korban membutuhkan penyelamatan secepat mungkin.
Dalam kondisi tersebut, dia menyarankan agar titik penarikan tidak dilakukan pada daun pintu, melainkan pada bagian struktur kendaraan yang lebih kuat, seperti pilar A, pilar B, atau rangka kendaraan.
Sebagai langkah yang lebih aman, Prima merekomendasikan proses evakuasi diawali dengan stabilisasi kendaraan untuk mencegah pergerakan selama penyelamatan. Setelah itu, korban diberikan perlindungan, termasuk stabilisasi tulang belakang secara manual.
Apabila peralatan tersedia, proses pembukaan akses dilakukan menggunakan perangkat hidrolik untuk membuka pintu atau memotong engsel. Jika deformasi terjadi pada pilar kendaraan, teknik seperti dash roll, dash lift, atau pemotongan pilar menjadi pilihan sesuai prosedur ekstrikasi.
“Jika memang harus menggunakan alat tarik karena keterbatasan peralatan, titik penarikan sebaiknya dipindahkan ke A-pillar, B-pillar, atau struktur rangka agar gaya tarik bekerja pada struktur utama kendaraan,” tegas Prima.
Menurutnya, penerapan prosedur yang sesuai standar akan membantu memperbesar peluang korban dievakuasi dengan aman sekaligus meminimalkan risiko cedera tambahan selama proses penyelamatan. (mn/ute)
www.kasakkusuk.com
![]()


Leave a Reply