SAMARINDA, KASAKKUSUK.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda terus memperkuat transformasi pemerintahan berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Upaya tersebut mendapat perhatian pemerintah pusat melalui kunjungan kerja Penasihat Khusus Presiden Bidang Digitalisasi dan Teknologi Pemerintahan, Yulius Yuwono Saputra ke Pemerintah Kota Samarinda pada Selasa, 30 Juni 2026.
Kunjungan itu dilakukan untuk melihat langsung implementasi program Samarinda AI sekaligus mempelajari berbagai inovasi digital yang dikembangkan Pemkot Samarinda sebagai bahan rujukan pengembangan pemerintahan digital di berbagai daerah.
Rombongan diterima Wali Kota Samarinda, Andi Harun didampingi jajaran Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Bagian Kerja Sama, serta tim digitalisasi Pemkot Samarinda.
Dalam pemaparannya, Andi Harun menjelaskan transformasi digital di Samarinda dibangun melalui proses bertahap selama beberapa tahun terakhir dan menjadi bagian dari implementasi kebijakan nasional dalam penguatan tata kelola pemerintahan berbasis teknologi.
“Selama enam hingga tujuh tahun terakhir kami menyiapkan fondasi digitalisasi secara bertahap. Saat ini kami mulai mengintegrasikan kecerdasan buatan ke dalam berbagai layanan pemerintahan dan pengembangannya akan terus dilakukan hingga tahun 2028,” kata Andi Harun.
Dia bilang, hampir seluruh sistem pembayaran layanan publik, pengelolaan APBD, hingga penyaluran bantuan sosial kini telah terhubung dalam satu ekosistem digital. Salah satu inovasi yang telah diterapkan ialah penggunaan Social Security Number (SSN) selama empat tahun terakhir untuk mendukung distribusi elpiji bersubsidi dan berbagai bantuan pemerintah agar lebih tepat sasaran.
Digitalisasi juga diterapkan hingga tingkat kecamatan, kelurahan, dan RT. Beragam layanan administrasi kini dapat diakses secara elektronik, termasuk sistem antrean daring dan pemantauan kinerja ketua RT yang dirancang untuk mempercepat pelayanan sekaligus meningkatkan transparansi dan akuntabilitas.
Di bidang kebencanaan, Pemkot Samarinda mengembangkan platform SADAR, yaitu sistem peringatan dini berbasis data geospasial yang terintegrasi dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Sistem tersebut dimanfaatkan untuk memetakan kawasan rawan banjir sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan berbasis data.
Selain itu, data perizinan dan tata ruang kini telah dihimpun dalam satu basis data terpadu. Integrasi tersebut dinilai mampu mempercepat proses pelayanan, mengurangi potensi tumpang tindih kewenangan, serta meminimalkan kesalahan administrasi.
Andi Harun menambahkan, Pemkot Samarinda akan terus memperkuat ekosistem digital melalui pengembangan Smart APBD guna meningkatkan transparansi pengelolaan keuangan daerah. Pemerintah kota juga tengah menyiapkan pemanfaatan agen kecerdasan buatan lokal untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Seluruh pengembangan itu didukung infrastruktur digital yang kini telah menjangkau lebih dari 99 persen wilayah Kota Samarinda,” ucap politikus Partai Gerindra ini.
Sementara itu, Penasihat Khusus Presiden Bidang Digitalisasi dan Teknologi Pemerintahan, Yulius Yuwono Saputra memberikan apresiasi terhadap berbagai inovasi yang telah dijalankan Pemkot Samarinda.
Menurutnya, transformasi digital di Samarinda tidak hanya berorientasi pada penggunaan teknologi, tetapi mampu menghadirkan pelayanan publik yang lebih efektif, efisien, transparan, serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Transformasi digital yang dibangun Samarinda tidak hanya mengedepankan teknologi, tetapi mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik secara nyata,” ungkap Yulius.
Melalui kunjungan tersebut, berbagai inovasi digital yang dikembangkan Pemkot Samarinda diharapkan dapat menjadi referensi dalam penyusunan kebijakan nasional mengenai pemerintahan digital berbasis kecerdasan buatan.
Model pengembangan yang diterapkan di Samarinda juga dinilai berpotensi direplikasi oleh pemerintah daerah lain sebagai bagian dari percepatan transformasi digital di Indonesia. (dkp/ute)
www.kasakkusuk.com
![]()












