PAMA Salurkan Bibit Pohon dan Kompos, Perkuat Budaya Lingkungan di Sekolah Binaan
SANGATTA, KASAKKUSUK.com – PT Pamapersada Nusantara (PAMA) Area Kutai Timur memperkuat upaya pelestarian lingkungan di lingkungan pendidikan melalui kegiatan penghijauan dan penyaluran sarana pendukung pengelolaan lingkungan kepada lima sekolah binaan.
Program tersebut menjadi bagian dari implementasi Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan sekaligus Program Pama Safe School yang mendorong penerapan budaya Kesehatan, Keselamatan Kerja, dan Lingkungan Hidup (K3LH) di sekolah.
Dalam kegiatan tersebut, PAMA menyalurkan 145 bibit pohon dan 75 sak kompos kepada SMKN 1 Sangatta Utara, SMKN 2 Sangatta Utara, SMK Muhammadiyah 1 Sangatta Utara, SMPN 1 Sangatta Selatan, dan SDN 19 Bengalon.
Selain itu, perusahaan juga menyerahkan fasilitas tempat sampah terpilah untuk kategori organik, non-organik, dan B3 kepada empat sekolah yang sedang mempersiapkan diri menuju Program Adiwiyata tingkat provinsi dan nasional.
Bibit yang ditanam terdiri atas tanaman buah produktif, tanaman buah langka atau pranaraksa, serta sejumlah jenis pohon langka yang memiliki nilai ekologis. Kehadiran tanaman tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat ruang hijau sekolah, tetapi juga menjadi media pembelajaran bagi siswa mengenai pentingnya menjaga keanekaragaman hayati.
Penyaluran kompos dan tempat sampah terpilah dilakukan untuk mendukung pembiasaan pengelolaan lingkungan yang lebih baik. Melalui fasilitas tersebut, warga sekolah didorong untuk menerapkan pemilahan sampah sejak dari sumbernya sebagai bagian dari perilaku ramah lingkungan yang berkelanjutan.
Program penghijauan ini melibatkan siswa, guru, dan tenaga kependidikan dalam proses penanaman maupun perawatan tanaman. Keterlibatan langsung seluruh unsur sekolah diharapkan dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama dalam menjaga lingkungan belajar yang bersih, sehat, dan nyaman.
Selain memperindah lingkungan sekolah, pohon yang ditanam juga diproyeksikan memberikan manfaat jangka panjang berupa peningkatan kualitas udara, pengurangan suhu panas, serta penyediaan ruang hijau yang mendukung aktivitas belajar mengajar.
Kepala SMKN 2 Sangatta Utara, Mustari menyampaikan bahwa apresiasi atas dukungan yang diberikan PAMA kepada sekolah binaannya.
“Melalui kegiatan ini, siswa dapat belajar tentang pentingnya menjaga lingkungan hidup dan penerapan K3LH di lingkungan sekolah,” ucap Mustari.
Dia mengajak seluruh warga sekolah untuk merawat pohon yang telah ditanam agar dapat memberikan manfaat berupa buah, keteduhan, dan nilai edukasi bagi generasi berikutnya.
Apresiasi serupa disampaikan Kepala SMK Muhammadiyah 1 Sangatta Utara, Fristianingsih.
Menurutnya, bantuan tersebut menjadi dukungan penting bagi sekolah yang tengah mempersiapkan diri menuju Sekolah Adiwiyata.
“Bantuan pohon, kompos, dan fasilitas pengelolaan sampah ini akan semakin mendukung upaya kami dalam membangun budaya peduli lingkungan di sekolah,” tutur Mustari.
Sementara itu, Kepala SMKN 1 Sangatta Utara, Abu Bakar berharap seluruh pohon yang ditanam dapat tumbuh dengan baik dan menjadi sarana pembelajaran lingkungan bagi para siswa.
“Semoga pohon yang ditanam dapat tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat bagi seluruh warga sekolah,” ujar Abu Bakar.
Pada sisi lain, CSR Officer PT Pamapersada Nusantara Area Kutai Timur, Hendra Kusuma mengemukakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui sektor pendidikan dan lingkungan.
“Kegiatan ini merupakan wujud komitmen PAMA dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui sektor pendidikan dan lingkungan,” jelas Hendra.
Dia bilang, selain mendorong penghijauan, perusahaan juga berupaya memperkuat budaya pengelolaan sampah yang baik melalui penyediaan fasilitas pemilahan sampah di sekolah.
Karena itu, pihak PAMA berharap bantuan diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal dan mendukung sekolah binaan dalam mewujudkan target Program Adiwiyata.
Melalui kolaborasi antara dunia usaha dan lembaga pendidikan, program penyaluran bibit pohon, kompos, serta fasilitas pengelolaan sampah ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam menciptakan lingkungan sekolah yang lebih hijau, sehat, dan berkelanjutan di Kabupaten Kutai Timur. (adv)
![]()


Leave a Reply