JAKARTA, KASAKKUSUK.com – Fenomena gerhana bulan total yang dipastikan terjadi Selasa malam ini, 3 Maret 2026 tidak hanya menjadi peristiwa astronomi, tapi juga momentum ibadah bagi umat Islam.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan gerhana terjadi ketika Matahari, bumi, dan bulan berada dalam satu garis lurus sehingga bulan masuk ke dalam bayangan inti (umbra) bumi.
Dalam perspektif syariat, gerhana dipandang sebagai tanda kebesaran Allah SWT. Mengutip keterangan dari akun resmi Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, terdapat sejumlah amalan sunnah yang dianjurkan ulama saat terjadi gerhana bulan total.
Setidaknya ada empat amalan utama yang disarankan untuk dilaksanakan.
Pertama, mandi sebelum menunaikan shalat gerhana, khususnya bagi yang hendak mengikuti secara berjemaah. Para ulama menganjurkan mandi sebagai bentuk persiapan lahir sebelum beribadah.
Adapun niat mandi gerhana bulan sebagai berikut:
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِخُسُوْفِ القَمَرِ سُنَّةً لِلهِ تَعَالَى
Nawaitul ghusla li khusuufil qomari sunnatal lillaahi ta’aala.
Artinya: Aku niat mandi karena terjadi gerhana bulan sunnah karena Allah Ta’ala.
Kedua, melaksanakan shalat gerhana bulan (shalat khusuf) sebanyak dua rakaat secara berjemaah, kemudian dilanjutkan dengan khutbah oleh imam. Anjuran ini merujuk pada hadis riwayat Muhammad yang diriwayatkan oleh Muhammad al-Bukhari dari Sayidah Aisyah RA
Dalam hadis tersebut disebutkan bahwa setelah shalat, Nabi berdiri dan menyampaikan khutbah. Beliau menegaskan bahwa matahari dan bulan merupakan tanda kebesaran Allah, dan gerhana tidak berkaitan dengan kematian atau kelahiran seseorang.
“Apabila kalian menyaksikannya, maka hendaknya kalian berdoa kepada Allah, mengumandangkan takbir, melakukan shalat dan bersedekah,” demikian penggalan sabda Nabi dalam riwayat tersebut.
Ketiga, memperbanyak zikir, istighfar, takbir, serta sedekah. Anjuran ini juga tercantum dalam kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah yang mendorong umat Islam untuk meningkatkan amal kebajikan saat terjadi gerhana.
Dalam literatur tersebut ditegaskan bahwa seseorang dianjurkan memperbanyak mengingat Allah, memohon ampunan, bersedekah, dan mendekatkan diri kepada-Nya sesuai kemampuan.
Gerhana bulan total menjadi momentum refleksi spiritual, bukan sekadar peristiwa alam. Umat Islam dianjurkan mengisi waktu tersebut dengan ibadah dan memperbanyak doa sebagai bentuk penghambaan kepada Allah SWT. (mn/ute)
www.kasakkusuk.com
![]()












