DaerahDiskominfo KaltimNusantaraPolitika

Semua Jalan Provinsi Kaltim Ditarget Mantap hingga 2029

BARONG, KASAKKUSUK.com – Pemerintah Provinsi Kaltim menargetkan seluruh ruas jalan provinsi sepanjang 938,85 kilometer dalam kondisi mantap hingga 2029.

Target ini menjadi salah satu fokus utama di era kepemimpinan Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji sejalan dengan misi pembangunan inklusif, merata, dan berkeadilan hingga ke wilayah pedalaman dan perbatasan.

Saat ini, berdasarkan data Pemprov Kaltim, kondisi jalan provinsi yang mantap baru mencapai 771,84 kilometer atau 82,21 persen. Sisanya, sepanjang 167,01 kilometer atau 17,79 persen, masih dalam kondisi tidak mantap.

Kondisi ini mendorong Pemprov Kaltim mempercepat pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan sebagai tulang punggung konektivitas dan perekonomian daerah.

Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029, Pemprov Kaltim menetapkan target peningkatan jalan mantap secara bertahap.

Pada 2025 ditargetkan mencapai 804,59 kilometer atau 85,70 persen. Target ini naik menjadi 843,46 kilometer atau 89,84 persen pada 2026, 878,95 kilometer atau 93,62 persen pada 2027, 916,04 kilometer atau 97,57 persen pada 2028, hingga tuntas 100 persen pada 2029.

Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud mengatakan pembangunan infrastruktur jalan menjadi kunci untuk mewujudkan pemerataan pembangunan di Kalimantan Timur.

“Sulit mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan jika jalan kita masih banyak yang rusak. Ini harus menjadi fokus kita bersama,” tutur Rudy Mas’ud saat kunjungan kerja ke daerah beberapa waktu lalu.

Khusus tahun 2025, Pemprov Kaltim mengalokasikan anggaran kegiatan fisik sebesar Rp2,08 triliun melalui Bidang Bina Marga Dinas PUPR. Anggaran itu digunakan untuk pembangunan jalan, turap atau talud, bronjong, serta jembatan di berbagai wilayah strategis.

Sejumlah proyek pembangunan jalan antara lain dilakukan pada akses Sei Nibung 1 dan 2, ruas Tering–Ujoh Bilang 1 hingga 4, Ujoh Bilang–Long Bagun–Long Pahangai, serta pembangunan jalan Long Bagun–Long Boh di perbatasan Kalimantan Utara.

Pembangunan dan penguatan turap juga dilakukan di ruas Simpang 4 Kaliorang–batas Berau, batas Kutai Timur–Talisayan, Talisayan–Tanjung Redeb, hingga Jembatan Sanga-sanga–Dondang.

Selain itu, Pemprov Kaltim juga melakukan rekonstruksi jalan rusak di berbagai ruas, di antaranya Talisayan–Tanjung Redeb, batas Kutai Timur–Talisayan, Simpang 3 Sebulu–Muara Kaman, Muara Badak–batas Bontang, hingga sejumlah jalan utama di Samarinda, Bontang, dan Paser.

Pelebaran jalan juga dilakukan di sejumlah titik padat lalu lintas seperti Simpang 4 Sambera–Muara Badak, Samarinda–Anggana, serta Balikpapan–Kariangau.

Di sektor jembatan, Pemprov Kaltim melaksanakan pengadaan, pemasangan, dan perbaikan jembatan di ruas Ujoh Bilang–Long Bagun–Long Pahangai, perbaikan Jembatan Manggar Besar di Balikpapan, pembangunan fender Jembatan Sambaliung dan Dondang, serta perbaikan Jembatan Mahulu.

Gubernur Rudy Mas’ud meyakini, konektivitas jalan yang baik akan menjadi pengungkit utama pertumbuhan ekonomi daerah. Infrastruktur yang memadai dinilai mampu menekan biaya logistik, menurunkan harga kebutuhan pokok, serta membuka akses layanan publik bagi masyarakat di wilayah terpencil dan perbatasan.

“Peningkatan aksesibilitas dan konektivitas akan mendukung ketahanan pangan, ekonomi, energi, serta memperlancar arus lalu lintas yang dampaknya langsung dirasakan masyarakat Kaltim,” papar Rudy Mas’ud. (adp/ute)

Loading

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

error: