SAMARINDA, KASAKKUSUK.com – Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud meminta agar pengadaan Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS) difokuskan sepenuhnya untuk wilayah pedalaman dan terpencil yang belum teraliri listrik PLN.
“PJUTS tidak tepat sasaran jika dipasang di daerah yang sudah menikmati jaringan listrik,” tegas Gubernur Rudy Mas’ud saat kunjungan kerja meninjau pemasangan 115 unit PJUTS di ruas jalan pesisir Muara Badak hingga batas Kota Bontang, pekan silam.
Dia bilang kebijakan tersebut penting untuk menjamin keadilan sosial sekaligus memastikan efisiensi anggaran berdampak langsung bagi masyarakat yang paling membutuhkan.
“PJUTS ini tidak pas untuk daerah yang sudah ada listrik PLN. Kota sudah terang, sementara saudara-saudara kita di pedalaman jauh lebih membutuhkan,” tutur politikus Partai Golkar ini.
Dia bilang masih banyak desa di wilayah pedalaman Kaltim yang belum menikmati listrik, seperti di Melak, Kabupaten Mahakam Ulu, Berau, hingga Kutai Kartanegara.
“Daerah-daerah tersebut lebih layak menjadi prioritas pemasangan PJUTS dibandingkan kawasan perkotaan atau pesisir yang infrastrukturnya sudah memadai,” ungkap Gubernur Rudy Mas’ud.
Dalam perjalanan dari Kutai Lama, Muara Badak, hingga perbatasan Bontang, dia mengaku melihat jaringan listrik PLN telah terkoneksi dengan baik, ditandai dengan berdirinya tiang dan kabel listrik di sepanjang jalan.
Namun, dia menyayangkan banyak tiang listrik tersebut belum dilengkapi lampu penerangan jalan umum (PJU), sehingga kondisi jalan tetap gelap pada malam hari.
Karena itu, dia meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dalam hal ini Kepala Dinas Perhubungan Kaltim, Yusliando segera melakukan pendataan ulang agar pemasangan lampu penerangan tepat sasaran.
Selain itu, dia juga mengingatkan agar tak ada lagi proyek PJUTS yang menumpuk di wilayah yang sudah teraliri listrik PLN.
“Tolong Pak Yus (Yusliando), koordinasikan dan komunikasikan dengan pihak PLN supaya lampu-lampu di tiang itu bisa dipasang,” pinta Rudy.
Selain itu, Rudy juga mengingatkan agar pemasangan tiang listrik, baik milik PLN maupun PJUTS, memperhatikan kondisi jalan, termasuk rencana pelebaran badan dan bahu jalan. Hal tersebut penting untuk mencegah pekerjaan berulang akibat bongkar pasang tiang di kemudian hari.
“Jangan hanya dipasang di pinggir jalan yang aspalnya sudah bagus. Masuk ke desa-desa yang benar-benar gelap,” kata Rudy.
Karena itu, dia menekankan komitmen Pemprov agar masyarakat di wilayah terluar Kaltim dapat merasakan kehadiran negara melalui fasilitas publik yang layak. (adp/ute)
![]()











