TELUK PANDAN, KASAKKUSUK.com – Pemerintah Desa Martadinata, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Kutai Timur kini mendorong transisi dari pertanian tradisional ke modern.
Desa berpenduduk sekitar 2.700 jiwa itu telah memiliki peralatan pertanian mekanis untuk memudahkan petani dalam mengolah lahan. Desa seluas 12.086,83 hektare disebut telah mendapat bantuan traktor. Demikian diungkapkan Kepala Desa Martadinata, Sutrisno kepada KASAKKUSUK.com di ruang kerjanya pada Kamis, 20 November 2025.
Dia mengatakan perubahan pola pikir petani dari cara tradisional ke modern memang tak bisa dilakukan secara drastis. “Pelan-pelan memang mindset agak sulit langsung diubah drastis. Tapi pelan-pelan kami dari desa sudah mulai mensosialisasikan ke masyarakat tentang petani modern,” ujarnya.
Menurutnya, pertanian modern yang dimaksud adalah penggunaan alat-alat pertanian mekanis untuk menggantikan tenaga manual. “Petani sekarang ini menggunakan alat-alat modern, bukan lagi cangkul yang harus menggunakan keringat dulu baru bisa jadi,” papar Sutrisno.
Dengan alat modern, produktivitas petani dapat meningkat signifikan. “Untuk lebih memudahkan, ketika alat modern kita gunakan bisa 1 hektare kita kelola. Kalau manual paling dapat seperempat,” ucap Sutrisno.
Dukungan pemerintah untuk program modernisasi pertanian ini cukup baik. “Dari hasil pertanian tahun kemarin sudah lumayan banyak. Ada bantuan traktor ke petani. Alhamdulillah sudah ada,” ungkap Sutrisno.
Pemerintah desa juga turut berkontribusi dengan mengadakan alat pertanian melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). “Kemudian kami di desa juga membantu dari pertanian kita adakan jonder yang dipelajari BUMDes, harapannya bisa digunakan juga oleh petani,” jelasnya.
Jonder ini diharapkan dapat memaksimalkan pengolahan lahan yang luas dengan tenaga kerja minimal. “Memaksimalkan lahan yang luas misalkan bisa dikelola oleh paling dua tiga orang sudah mampu,” kata Sutrisno.
Program modernisasi pertanian ini sejalan dengan visi Desa Martadinata untuk menjadi sentra pertanian yang produktif dan efisien. Dengan mayoritas penduduk bermata pencaharian sebagai petani, lanjut dia, peningkatan produktivitas melalui mekanisasi menjadi kunci peningkatan kesejahteraan.
Dia mengaku yakin dengan dukungan alat modern dan pembinaan yang berkelanjutan, petani Desa Martadinata dapat meningkatkan hasil produksi dan pendapatan. “Kami terus dorong petani untuk tidak takut menggunakan teknologi, karena ini akan memudahkan pekerjaan mereka,” katanya.
Sosialisasi penggunaan alat pertanian modern terus dilakukan melalui sejumlah kelompok tani di wilayah itu. Dengan 24 kelompok tani yang tersebar di delapan dusun, Pemerintah Desa berharap program modernisasi ini dapat menjangkau seluruh petani secara bertahap.
“Pelan tapi pasti, kami yakin petani kita akan beralih ke cara modern yang lebih efisien dan produktif,” papar Sutrisno. (adv/ute)
![]()












