Dermaga Harapan Baru Disiapkan Jadi Kawasan Wisata Terpadu di Samarinda
SAMARINDA, KASAKKUSUK.com – Wali Kota Samarinda, Andi Harun mengarahkan pengembangan Dermaga Harapan Baru di Samarinda Seberang menjadi kawasan terpadu yang menggabungkan aktivitas perikanan, kuliner, pariwisata sungai, dan ruang publik di tepian Sungai Mahakam.
Kawasan tersebut dirancang dengan konsep Harapan Baru Fishery and Waterfront Hub. Selain menjadi pusat kegiatan ekonomi perikanan, pengembangan ini diharapkan membuka peluang investasi dan menghadirkan destinasi wisata baru bagi masyarakat.
Arahan itu disampaikan Andi Harun saat memimpin rapat lanjutan pemaparan konsep Detail Engineering Design (DED) Dermaga Harapan Baru di Ruang Rapat Wali Kota, Lantai II Balai Kota Samarinda pada Kamis, 5 November 2026.
Dalam rapat tersebut, konsultan memaparkan desain terbaru yang telah disesuaikan dengan sejumlah masukan dari pembahasan sebelumnya pada 16 September 2026.
Dia menegaskan, pengembangan kawasan harus didasarkan pada perhitungan kelayakan investasi. Menurutnya, pembangunan dengan kebutuhan anggaran besar harus memberikan manfaat yang sebanding, baik untuk pelayanan publik maupun potensi ekonomi jangka panjang.
“Kalau nilai ekonomisnya bagus, masih mungkin kita bangun. Tetapi kalau secara hitungan sudah nyata bahwa investasi yang kita keluarkan cukup besar, sementara pendapatannya tidak sebanding, tentu harus kita pertimbangkan,” ucap politikus Partai Gerindra ini.
Dia mengingatkan agar perencanaan tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik dan tampilan desain. Biaya pembangunan, kebutuhan operasional, serta kemampuan kawasan menghasilkan nilai ekonomi juga harus diperhitungkan sejak awal.
Selain kelayakan investasi, penataan fungsi kawasan menjadi perhatian utama. Aktivitas perikanan, bongkar muat hasil tangkapan, kuliner, pariwisata, dan ruang publik dinilai memiliki karakteristik berbeda sehingga membutuhkan pembagian zona yang jelas.
Sebab dia tak ingin kegiatan bongkar muat hasil tangkapan ikan bercampur dengan area restoran maupun rekreasi masyarakat. Dengan penataan yang tepat, aktivitas ekonomi perikanan tetap berjalan tanpa mengurangi kenyamanan pengunjung.
“Saya ingin kawasan ini nantinya menjadi teras baru Samarinda di Samarinda Seberang. Bukan sekadar dermaga, tapi kawasan yang memiliki daya tarik dengan mengembangkan potensi perikanan, kuliner, pariwisata sungai, dan ruang publik di tepian Mahakam,” katanya.
Dia menambahkan, zona perikanan, restoran ikan, pariwisata, dan ruang publik harus diatur agar tidak saling berbenturan dan dapat berfungsi secara optimal.
Untuk memperkuat daya tarik wisata, maka dia juga mengusulkan pengembangan wisata susur Sungai Mahakam dengan memanfaatkan kapal tambangan yang dapat didesain menjadi kapal wisata. Kapal tersebut nantinya dapat disediakan dalam beberapa pilihan kapasitas penumpang.
Dia mencontohkan kawasan Clarke Quay di Singapura sebagai salah satu referensi penataan tepian sungai yang memadukan wisata, kuliner, dan ruang publik.
Dalam konsep tersebut, dermaga khusus untuk menaikkan dan menurunkan penumpang wisata juga perlu disiapkan. Fasilitas itu bertujuan memisahkan aktivitas wisata dari kegiatan perikanan maupun operasional dermaga lainnya.
Dari sisi pembiayaan, pihaknya mendorong keterlibatan dunia usaha, terutama untuk pembangunan fasilitas yang memiliki potensi komersial. Pemerintah daerah dapat memprioritaskan infrastruktur dasar, seperti akses kawasan, penataan lingkungan, dan fasilitas dermaga.
Sementara restoran, pusat kuliner, serta bangunan komersial lainnya dapat ditawarkan kepada investor atau pihak swasta melalui pola kerja sama.
“Kalau memang ada peluang bisnis dan pihak yang berminat, kenapa semuanya harus menggunakan APBD? Kita bisa membuka ruang bagi pihak ketiga untuk ikut berinvestasi, terutama pada fasilitas-fasilitas komersial. Pemerintah fokus pada infrastruktur dasarnya, sementara pengembangan usaha bisa melibatkan pihak swasta,” tutur Andi Harun.
Dia berharap agar konsep tersebut membuat pengembangan Dermaga Harapan Baru tak sepenuhnya bergantung pada pembiayaan pemerintah. Keterlibatan investor juga berpotensi mendorong tumbuhnya kegiatan usaha dan membuka kesempatan ekonomi baru bagi masyarakat Samarinda Seberang.
Selanjutnya, penyempurnaan DED akan dibahas bersama sejumlah perangkat daerah terkait, antara lain Dinas Perhubungan, Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata, Dinas Perikanan, Dinas Perdagangan, serta Kecamatan Loa Janan Ilir.
Pembahasan lanjutan mencakup penataan zonasi, kesiapan lahan, dan kebutuhan fasilitas sebelum proyek memasuki tahapan pelaksanaan.
Rapat tersebut dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Samarinda Muslimin, Kepala Dinas Perhubungan, Hotmarulitua Manalu; konsultan pembangunan, jajaran pejabat Pemkot Samarinda, serta Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP).
Melalui konsep Harapan Baru Fishery and Waterfront Hub, Pemkot Samarinda menargetkan Dermaga Harapan Baru berkembang menjadi pusat ekonomi dan pariwisata baru berbasis potensi Sungai Mahakam. Pengembangan ini juga diarahkan untuk memperkuat sektor perikanan, membuka peluang investasi, dan menyediakan ruang publik yang produktif bagi masyarakat. (dkf/ogy)
www.kasakkusuk.com
![]()


Leave a Reply