Parade Perempuan Samarinda Bersatu Diikuti 1.885 Peserta dari 63 Komunitas
SAMARINDA, KASAKKUSUK.com – Sebanyak 1.885 perempuan dari 63 komunitas dan organisasi memeriahkan Parade Perempuan Samarinda Bersatu di pusat Kota Samarinda pada Minggu pagi, ya September 2026.
Mengenakan pakaian adat Nusantara hingga kostum komunitas, para peserta tampil kreatif sekaligus menyampaikan pesan tentang persatuan dan keberdayaan perempuan.
Iring-iringan peserta bergerak dari kawasan GOR Segiri menuju Taman Samarendah. Sepanjang rute, suasana kota dipenuhi warna-warni pakaian adat, atribut organisasi, yel-yel, atraksi seni, hingga penampilan drum band.
Para peserta membawa beragam identitas komunitas masing-masing. Sebagian tampil mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia, sementara lainnya menggunakan kostum khas organisasi dan komunitas dengan warna serta konsep yang berbeda.
Kemeriahan parade kemudian berpusat di kawasan Taman Samarendah. Dari panggung kehormatan, Wali Kota Samarinda, Andi Harun bersama Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri menyaksikan langsung iring-iringan ribuan perempuan tersebut.
Panggung kehormatan juga diisi sejumlah tokoh perempuan yang mengenakan pakaian adat Nusantara. Di antaranya, E.L. Nova Saefuddin Zuhri, istri Wakil Wali Kota Samarinda yang juga Wakil Ketua TP PKK Kota Samarinda.
Sejumlah istri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta Sekretaris Daerah Kota Samarinda Neneng Chamelia Shanti juga hadir dengan mengenakan busana adat.
Mengusung tema “Berkarya, Berdaya, dan Menginspirasi”, kegiatan tersebut menjadi ruang berkumpulnya berbagai komunitas perempuan di Samarinda.
Selain menampilkan kreativitas, parade dimanfaatkan sebagai momentum memperkuat solidaritas dan menunjukkan potensi perempuan dalam kehidupan masyarakat.
Pesan yang dibawa dalam parade tidak hanya berkaitan dengan kreativitas dan persatuan. Kepedulian terhadap kebersihan lingkungan juga menjadi bagian dari kegiatan.
Panitia memberikan apresiasi kepada warga yang turut menjaga kebersihan sepanjang jalur parade dengan mengumpulkan sampah ke dalam kantong plastik. Warga yang menunjukkan kepedulian tersebut bahkan mendapatkan hadiah langsung dari panitia.
Langkah itu menjadi pesan tambahan bahwa kegiatan yang melibatkan banyak orang di ruang publik tetap dapat berjalan bersama dengan kepedulian terhadap kebersihan kota.
Ketua Perempuan Samarinda Bersatu, Rinda Wahyuni Andi Harun menjelaskan, parade tersebut bermula dari gagasan spontan komunitas perempuan setelah Pemerintah Kota Samarinda tidak menggelar pawai.
“Ketika pemerintah kota Samarinda menyatakan tidak ada pawai, tiba-tiba kami komunitas perempuan berpikir, bagaimana kalau kami perempuan saja yang mengadakan gerakan pawai ini,” kata Rinda.
Gagasan tersebut kemudian berkembang setelah Rinda bersama sejumlah rekannya dari Perempuan Indonesia Maju (PIM) Kaltim mengajak berbagai komunitas perempuan untuk bergabung.
Antusiasme yang muncul bahkan melebihi perkiraan awal panitia. Menurut Rinda, jumlah komunitas dan peserta yang ingin bergabung cukup besar sehingga panitia harus mempertimbangkan keterbatasan waktu, tempat, serta panjang rute parade.
“Seharusnya mungkin ada lebih seratus yang mau ikut, tetapi karena keterbatasan waktu, tempat dan kami takut jarak yang dekat ini kepala ketemu dengan ekor, sehingga kami batasi,” tutur Rinda.
Tingginya partisipasi tersebut, lanjut Rinda, menunjukkan bahwa komunitas perempuan di Samarinda memiliki potensi besar dan dapat bergerak bersama ketika memiliki tujuan yang sama.
“Harapan kami dengan adanya kegiatan ini menunjukkan kepada warga Samarinda ternyata komunitas perempuan Samarinda ini ada, solid, dan insyaallah nanti ke depannya akan bisa membawa perubahan yang lebih nyata lagi buat perempuan yang ada di Samarinda,” ungkap Rinda.
Dia berharap gerakan tersebut tidak berhenti setelah parade selesai. Ia ingin solidaritas perempuan Samarinda terus diperkuat, termasuk dalam menyuarakan persoalan yang berkaitan dengan perempuan dan anak.
“Biar lebih kuat lagi, biar bisa speak up kalau terjadi kekerasan dalam rumah tangga, kekerasan kepada anak, khususnya kepada kaum perempuan. Harapan kami juga agar perempuan Samarinda ini lebih bersatu lagi,” tegasnya.
Sementara itu, Wali Kota Samarinda, Andi Harun mengapresiasi keterlibatan ribuan perempuan dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, parade menjadi salah satu bentuk partisipasi masyarakat dalam memeriahkan momentum HUT Kemerdekaan RI sekaligus memberikan ruang bagi perempuan untuk mengambil peran di tengah masyarakat.
“Saya kira kegiatan hari ini bagian dari dalam rangka masih 17 Agustus, di mana ibu-ibu mengambil peran atau ikut berpartisipasi dalam bentuk parade Perempuan Samarinda Bersatu,” ucap Andi Harun.
Kata dia, kegiatan tersebut juga membawa pesan penting mengenai persatuan dan kebersamaan masyarakat.
“Semoga pesan inti dari acara ini adalah bagaimana terus kita memperkuat persatuan daerah, bagaimana kita kompak dan bergotong royong,” ujarnya.
Parade Perempuan Samarinda Bersatu menjadi momentum berkumpulnya 1.885 perempuan dari 63 komunitas dan organisasi. Keberagaman pakaian adat, kreativitas komunitas, serta kepedulian terhadap kebersihan menjadi bagian dari pesan yang dibawa dalam kegiatan tersebut.
Dari GOR Segiri hingga Taman Samarendah, para peserta menunjukkan bahwa perempuan tak hanya menjadi bagian dari kemeriahan kota, tapi juga dapat mengambil peran dalam memperkuat persatuan, berkarya, dan berkontribusi bagi lingkungan serta masyarakat. (dkf/ute)
www.kasakkusuk.com
![]()


Leave a Reply