SDN 007 Samarinda Ulu Hasilkan Puluhan Buku dari Budaya Literasi

SAMARINDA, KASAKKUSUK.com – Budaya literasi yang dikembangkan SDN 007 Samarinda Ulu melahirkan puluhan buku hasil karya kepala sekolah, guru, siswa dan orang tua. Karya tersebut diserahkan kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Samarinda, Neneng Chamelia Shanti di Ruang Rapat Sekda Kota Samarinda pada Selasa, 1 September 2026.

Penyerahan buku dilakukan Kepala SDN 007 Samarinda Ulu, Dr Sri Mulyati. Dalam pertemuan tersebut, Neneng memberikan apresiasi terhadap kreativitas keluarga besar sekolah yang dinilai konsisten menghasilkan karya di bidang literasi.

Neneng mengatakan, keterlibatan tenaga pendidik, peserta didik dan orang tua dalam menghasilkan karya menjadi bagian penting dalam membangun budaya literasi di lingkungan sekolah.

Menurutnya, karya yang dihasilkan sekolah juga dapat memperkuat hubungan antara satuan pendidikan dan Pemerintah Kota Samarinda, khususnya dalam pengembangan literasi, kreativitas dan prestasi peserta didik.

Dia berharap karya SDN 007 Samarinda Ulu dapat menjadi inspirasi bagi sekolah lain di Samarinda untuk mengembangkan kegiatan literasi sekaligus menghasilkan karya yang memberikan manfaat bagi dunia pendidikan.

Dalam pertemuan tersebut, Sekda Neneng didampingi Anggota Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP) Kota Samarinda, Nurhasanah; dan Kabid Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda, Andi Tenri.

Kepala SDN 007 Samarinda Ulu Sri Mulyati mengatakan, penyerahan buku kepada Sekda menjadi salah satu bentuk apresiasi terhadap proses kreatif yang dilakukan seluruh warga sekolah.

Dia menyebut pihak sekolah terbuka terhadap kritik dan saran dari pemerintah maupun berbagai pihak sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas program literasi.

“Kami sangat bangga dapat menyerahkan buku hasil karya keluarga besar SDN 007 Samarinda Ulu kepada Ibu Sekda secara langsung. Kami juga tidak menutup pintu terhadap koreksi dan saran dari berbagai pihak sebagai bahan refleksi dan evaluasi untuk melakukan perbaikan ke depan,” ucap Sri Mulyati.

Menurutnya, program literasi di sekolah diarahkan agar tidak berhenti pada kegiatan membaca, tetapi berkembang menjadi aktivitas produktif melalui penulisan dan penerbitan karya.

Sejak mendapat tugas di SDN 007 Samarinda Ulu pada 2023, sebanyak 18 buku telah diluncurkan. Buku-buku tersebut melibatkan kepala sekolah, guru, murid dan orangtua siswa.

Produktivitas penerbitan kemudian berlanjut pada 2024 dengan 11 buku, meningkat menjadi 12 buku pada 2025, sementara hingga Mei 2026 telah diterbitkan delapan buku.

Dengan demikian, sejak 2023 hingga Mei 2026, sedikitnya 49 buku telah lahir dari kegiatan literasi keluarga besar SDN 007 Samarinda Ulu.

Sri berharap dukungan dan arahan Pemerintah Kota Samarinda dapat membuat program tersebut terus berkembang dan menjadi bagian dari keseharian warga sekolah.

“Saya memohon masukan dan arahan dari Sekretaris Daerah Kota Samarinda dan pihak lainnya. Kami berharap program ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi dapat terus berkelanjutan dan menjadi budaya di sekolah,” katanya.

Dia menegaskan, SDN 007 Samarinda Ulu berkomitmen membangun lingkungan pendidikan yang memiliki budaya literasi kuat. Salah satu caranya dengan memberikan ruang kepada siswa dan guru untuk menuangkan gagasan dalam bentuk tulisan dan karya yang dapat dibaca masyarakat.

“Harapan saya, ini menjadi program strategis yang terus kami laksanakan karena literasi adalah jiwa kami. Setiap ide akan kami tuangkan melalui karya yang dapat diakses oleh mitra sekolah, anak didik, maupun masyarakat umum,” ungkapnya.

Pihaknya berharap agar program tersebut dapat terus berjalan secara berkelanjutan sehingga budaya menulis tidak hanya menghasilkan buku, tetapi juga membentuk kebiasaan warga sekolah untuk berpikir, berkreasi dan menghasilkan karya. (dkf/ute)

www.kasakkusuk.com

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: