JICA Gandeng Samarinda Kembangkan TCDP Berbasis Kolaborasi Kawasan
SAMARINDA, KASAKKUSUK.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda membuka peluang kolaborasi strategis dengan Japan International Cooperation Agency (JICA) melalui Project Formulation of Tri-City Development Plan (TCDP).
Wali Kota Samarinda, Andi Harun mendorong agar kerja sama tersebut tak berhenti pada penyusunan proyek sektoral, tapi berkembang menjadi ekosistem pembangunan kawasan yang terintegrasi dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Hal itu disampaikan Wali Kota Andi Harun saat menerima audiensi sekaligus pemaparan program kerja Tim JICA Expert di Ruang Rapat Wali Kota, Lantai II Balai Kota Samarinda pada Kamis sore, 27 Agustus 2026.
Dalam pertemuan itu, Andi Harun menyampaikan pandangan Pemkot Samarinda mengenai arah pengembangan TCDP.
Kata dia, tantangan pembangunan antardaerah tidak selalu berhenti pada batas administrasi sehingga dibutuhkan pola kerja sama yang mampu menghubungkan potensi dan layanan antarwilayah.
Dia menilai prinsip leaving no one behind yang menjadi perhatian JICA perlu diterjemahkan lebih jauh dalam kebijakan pembangunan perkotaan.
“For me, for Samarinda, leaving no one behind shall not be fulfilled merely as social together. It should become the fundamental principle of inclusive, productive and sustainable urban development,” kata Andi Harun.
Menurutnya, pembangunan kawasan harus dirancang agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas, termasuk oleh kelompok masyarakat yang selama ini berpotensi tertinggal dalam proses pembangunan.
Politikus Partai Gerindra ini juga meminta TCDP tidak sekadar menjadi kumpulan proyek dari berbagai sektor. Dia menginginkan adanya hubungan yang jelas antara satu program dengan program lainnya sehingga terbentuk sistem pembangunan kawasan yang terukur dan berkelanjutan.
“However, we believe that TCDP should go beyond the collection of sectoral projects and instead create an integrated development ecosystem among the participating cities,” lanjutnya.
Dia kemudian menawarkan prinsip kerja sama “One region, shared service, shared data, shared growth” sebagai salah satu fondasi kolaborasi antardaerah.
Dalam pemaparan Tim JICA, telah teridentifikasi 59 proyek dalam kerangka TCDP. JICA juga menyiapkan empat kegiatan pilot yang akan menjadi model awal pengembangan kerja sama regional.
Menanggapi rencana tersebut, Andi Harun meminta setiap proyek yang dipilih memiliki ukuran keberhasilan yang jelas, pelaksanaan kegiatan tak boleh hanya dinilai dari apakah sebuah program telah selesai, tetapi dari dampak yang dihasilkan.
“We propose a project result-oriented approach. We suggest any pilot project shall have measurable outcome indicators, rather than focusing only on activity completion,” tegasnya.
Salah satu agenda yang didorong Pemkot Samarinda adalah pengembangan platform data antarkota. Sistem tersebut diharapkan dapat mendukung perencanaan berbasis data sekaligus memungkinkan integrasi Geographic Information System (GIS) antarwilayah.
Di sektor transportasi, Andi Harun mengusulkan agar integrasi sistem pembayaran tidak berhenti sebagai fasilitas transaksi. Sistem itu diharapkan berkembang menjadi bagian dari ekosistem mobilitas regional yang mencakup transportasi multimoda, informasi perjalanan, first mile dan last mile, serta pemanfaatan data pola perjalanan masyarakat.
“Mobility shall become a regional mobility ecosystem,” ungkapnya.
Di bidang pendidikan, Pemkot Samarinda mendorong terbentuknya jejaring pendidikan dan vokasi yang terhubung dengan kebutuhan industri serta perkembangan ekonomi masa depan.
Sementara dalam agenda inklusi sosial, Andi Harun menekankan bahwa keterlibatan masyarakat harus diarahkan hingga menghasilkan kemandirian ekonomi.
“Social inclusion must lead to economic inclusion,” katanya.
Konsep serupa juga ditawarkan dalam pengembangan kebudayaan. Andi Harun menilai budaya lokal tidak hanya perlu dipertahankan sebagai identitas daerah, tetapi dapat dikembangkan menjadi sumber manfaat ekonomi dan sosial.
“Culture can become identity, education, tourism, creative economy, and community income,” ujarnya.
Untuk memastikan kerja sama memiliki arah yang lebih konkret, Pemkot Samarinda mengusulkan penyusunan Three-City Economic Development Master Plan. Dokumen tersebut diharapkan dilengkapi investment pipeline, proyek prioritas, strategi pembiayaan, mekanisme tata kelola, serta sistem pemantauan.
Pemkot Samarinda juga mengusulkan pembentukan joint working group bersama JICA dan pemerintah terkait. Kelompok kerja tersebut nantinya dapat membahas berbagai agenda, mulai dari integrasi data, pendidikan dan vokasi, layanan kesehatan, mobilitas, inklusi sosial-ekonomi, kebudayaan, ekonomi kreatif, hingga pembiayaan dan investasi.
Tim JICA menargetkan dokumen TCDP dapat difinalisasi pada November 2026. Sebelum itu, pembahasan lanjutan dijadwalkan melalui Technical Working Group pada September dan Oktober.
Andi Harun menegaskan Pemkot Samarinda mendukung arah TCDP serta kegiatan pilot yang ditawarkan JICA. Sebab Samarinda, kata dia, siap menjadi mitra aktif JICA, Pemerintah Provinsi Kaltim, dan daerah mitra untuk menerjemahkan rencana pembangunan kawasan menjadi program yang konkret.
“The Government of Samarinda City fully support the direction of TCDP and the pilot activities presented by JICA,” tegasnya.
Dia mengemukakan, arah kerja sama tersebut dalam sebuah pesan yang menekankan bahwa konektivitas kawasan harus menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Not only connectivity, but connectivity opportunities,” ungkap Andi Harun.
Menurutnya, pembangunan kawasan bukan sekadar menghubungkan lima wilayah dalam satu jaringan. Konektivitas harus membuka akses terhadap peluang pendidikan, kesehatan, pekerjaan, investasi, pertumbuhan ekonomi hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dalam audiensi tersebut, Andi Harun didampingi Sekretaris Daerah Kota Samarinda, Neneng Chamelia Shanti; Asisten II Sekretariat Daerah Kota Samarinda, Marnabas; Kepala BPKAD Samarinda, Ananta Fathurrozi; Kepala Bagian Kerja Sama, Idfi Septiani, perwakilan Dinas PUPR serta sejumlah anggota Tim Wali Kota untuk Percepatan Pembangunan (TWAP).
Kehadiran jajaran lintas sektor tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Samarinda memastikan peluang kerja sama dengan JICA dapat dikaji secara terukur dan diselaraskan dengan kebutuhan serta arah pembangunan daerah. (dkf/ute)
www.kasakkusuk.com
![]()
- #Andi Harun
- ekonomi kreatif Samarinda
- inklusi sosial Samarinda
- investasi Samarinda
- JICA Kalimantan Timur
- JICA Samarinda
- KASAKKUSUK.COM
- kerja sama JICA Samarinda
- pembangunan Kalimantan Timur
- pembangunan kawasan Samarinda
- pembangunan terintegrasi Samarinda
- Pemkot Samarinda
- TCDP Samarinda
- transportasi regional Samarinda
- Tri-City Development Plan
- Wali Kota Samarinda


Leave a Reply