MAKASSAR, KASAKKUSUK.com -Tim SAR gabungan menuntaskan proses pencarian seluruh korban kecelakaan pesawat Indonesia Air Transport (IAT) ATR 42-500 yang jatuh di Gunung Bulusaraung, Desa Tompo Bulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
Memasuki hari ketujuh operasi pencarian korban pada Jumat 23 Januari 2026, tim SAR gabungan berhasil menemukan 10 jenazah awak dan penumpang pesawat nahan tersebut.
Berdasarkan manifes pesawat tersebut terdapat 10 orang terdiri atas tujuh awak penerbangan dan tiga penumpang.
Mereka adalah kru pesawat ATR 42-500 masing-masing:
1. Kapten Andi Dahananto
2. Muhammad Farhan Gunawan
3. Hariadi
4. Restu Adi
5. Dwi Murdiono
6. Florencia lolita
7. Esther Aprilita
Kemudian tiga penumpang yang merupakan pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) masing-masing:
1. Ferry Irrawan
2. Deden Mulyana
3. Yoga Nauval.
Asisten Operasi Kodam XIV/Hasanuddin, Kolonel Inf Dody Triyo Hadi mengungkapkan keberhasilan operasi pencarian tidak terlepas dari soliditas seluruh unsur yang terlibat di lapangan.
“Kebersamaan, kekompakan, dan kerja sama inilah yang membuat seluruh tugas pencarian dapat diselesaikan dengan baik,” kata Dody.
Meski seluruh korban telah ditemukan, namun kata dia, proses identifikasi masih berlangsung.
Dari total 10 jenazah, dua di antaranya telah berhasil diidentifikasi dan diserahkan kepada pihak keluarga.
Jenazah pertama yang teridentifikasi adalah Florencia Lolita Wibisono (33 tahun), seorang pramugari pesawat ATR 42-500. Florencia berdomisili di Apartemen Howard Tower, Pulau Gadung, Jakarta Timur.
Jenazah Florencia ditemukan oleh tim SAR di lereng Gunung Bulusaraung dengan kedalaman sekitar 500 meter dari permukaan pada Senin, 19 Januari 2026.
Jenazah kedua yang telah teridentifikasi yakni Deden Maulana, pegawai KKP. Deden ditemukan oleh tim SAR gabungan sekitar pukul 14.20 WITA pada Minggu, 18 Januari 2026 atau sehari setelah pesawat dilaporkan jatuh pada Sabtu, 17 Januari 2026.
Kedua jenazah tersebut telah diserahkan kepada keluarga masing-masing setelah proses identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri.
Pesawat ATR 42-500 yang dicarter KKP diketahui hilang kontak di wilayah Maros, Sulawesi Selatan, saat menjalani penerbangan rute Yogyakarta–Makassar.
Pesawat kemudian dipastikan jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung yang berada di perbatasan Kabupaten Maros dan Pangkep.
Sedangkan delapan jenazah lainnya hingga kini masih dalam proses identifikasi oleh tim DVI. (tim/ute)
![]()












