DaerahEkonomiRagam

Peserta Pelatihan dan Penerima Bantuan UMKM Diseleksi Lewat Pendaftaran Berbasis Website

SANGATTA, KASAKKUSUK.com – Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Kutai Timur akan menerapkan sistem pendaftaran online berbasis website untuk proses seleksi peserta pelatihan dan calon penerima bantuan.

Kebijakan ini dilakukan guna meningkatkan transparansi sekaligus memastikan program pembinaan dan bantuan benar-benar menyasar pelaku UMKM yang produktif.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kutai Timur, Teguh Budi Santoso menjelaskan semua pelaku UMKM yang ingin mengikuti pelatihan wajib mendaftar secara daring melalui website resmi dinas.

“Nanti di website kami, setiap akan melakukan pelatihan harus daftar dulu secara online. Dari situ akan terlihat layak atau tidak menjadi peserta. Ini betul-betul pelaku UMKM atau bukan,” ungkap Teguh kepada KASAKKUSUK.com pada Selasa, 20 Januari 2026.

Dia bilang, sistem pendaftaran online tersebut menjadi tahap penyaringan awal untuk memastikan peserta pelatihan merupakan pelaku usaha yang serius mengembangkan bisnisnya, bukan sekadar mengikuti pelatihan demi mendapatkan uang saku.

Dia  mengaku kerap menerima keluhan terkait fenomena “pemburu pelatihan” yakni individu yang berulang kali mengikuti pelatihan dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) tanpa benar-benar menjalankan usaha.

“Ada yang telepon tanya kapan pelatihan. Setelah digali, ternyata dia sudah ikut pelatihan di banyak OPD. Konotasinya mereka hanya cari pelatihan saja,” beber Teguh.

Website Dinas Koperasi dan UMKM yang terintegrasi dengan domain kutim.go.id tersebut nantinya tidak hanya berfungsi sebagai portal pendaftaran, tapi juga sebagai basis data lengkap UMKM di Kutai Timur.

Data dihimpun mencakup identitas pelaku usaha, jenis dan skala usaha, lokasi lengkap dengan titik koordinat GPS, hingga informasi permodalan.

“Di situ ada koordinatnya, pelakunya siapa, usahanya apa, lokasinya di mana, jenis dan modal usahanya bagaimana. Semuanya lengkap,” beber Teguh.

Selain itu, website tersebut juga akan dilengkapi fitur e-katalog yang berfungsi sebagai marketplace digital untuk memasarkan produk UMKM Kutai Timur agar dapat diakses lebih luas oleh masyarakat.

Saat ini, data UMKM dari 12 kecamatan telah selesai direkam dan siap diunggah ke sistem. Sementara itu, proses survei lapangan untuk enam kecamatan lainnya masih terus berjalan.

“Survei untuk 12 kecamatan sudah selesai. Tinggal input data dan upload. Launching akan dilakukan setelah semuanya lengkap,” tutur Teguh.

Dengan sistem digital terintegrasi dan transparan, puhaknya berharap dapat meminimalkan tumpang tindih bantuan serta memastikan pelatihan dan bantuan modal benar-benar diterima oleh pelaku UMKM yang membutuhkan. (qi/ute)

Loading

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

error: