SAMARINDA, KASAKKUSUK.com – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kaltim memberikan penghargaan kepada aparatur sipil negara (ASN) berprestasi dalam apel pagi di halaman Kantor BPSDM Kaltim di Samarinda pada Senin, 12 Januari 2026.
Apresiasi ini diberikan sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi ASN sepanjang 2025 sekaligus untuk menggelorakan semangat “manusia pembelajar” di awal tahun 2026.
Kepala BPSDM Kaltim, Nina Dewi menjelaskan penghargaan diberikan kepada 10 ASN dengan raihan Jam Pelajaran (JP) tertinggi dalam pengembangan kompetensi serta bidang kerja dengan serapan anggaran terbaik. Menurutnya, capaian tersebut mencerminkan komitmen ASN dalam meningkatkan kualitas diri dan kinerja organisasi.
Dalam daftar penerima penghargaan, pejabat fungsional Widyaiswara mendominasi enam peringkat teratas peraih JP tertinggi. Peringkat pertama diraih Novi Satria Jatmiko, Widyaiswara Ahli Pertama, dengan total 780 JP. Posisi kedua ditempati Muhammad Deny Sahroni (Widyaiswara Ahli Madya), disusul Mochamad Ridwan (Widyaiswara Ahli Pertama) dengan 546 JP.
Peringkat berikutnya diisi Hermi Yunisa, Sugeng Chairuddin (Widyaiswara Ahli Utama), dan Surmiati. Sementara peringkat ketujuh hingga kesepuluh diraih Fandik, Herlina, Meta, dan Urai Gani dari unsur sekretariat dan bidang teknis.
Koordinator Widyaiswara BPSDM Kaltim, Jauhar Efendi menilai capaian tersebut jauh melampaui kewajiban minimal ASN yang hanya 20 JP per tahun.
Dia bilang prestasi ini menjadi bukti nyata peran Widyaiswara sebagai fasilitator pembelajaran yang konsisten menerapkan prinsip belajar sepanjang hayat.
“Untuk bisa mentransfer ilmu dan keteladanan, Widyaiswara harus menjadi manusia pembelajar. Angka-angka ini menunjukkan mereka sudah melompat jauh melampaui target pemerintah,” tuturnya.
Selain penghargaan individu, Nina Dewi juga mengumumkan capaian kinerja institusi. BPSDM Kaltim berhasil masuk lima besar perangkat daerah dengan serapan anggaran terbaik di lingkungan Pemprov Kaltim sepanjang 2025.
Penghargaan kinerja manajerial diberikan kepada para pejabat administrator. Sekretariat BPSDM Kaltim meraih peringkat pertama yang diterima Rina Kusharyanti, disusul Bidang PKMF, Bidang PKT, dan Bidang SKPK.
Meski demikian, Nina Dewi mengingatkan adanya tantangan pada 2026 karena pagu anggaran BPSDM Kaltim mengalami penurunan hingga 65 persen.
Dia tetap optimistis mengingat adanya ketentuan mandatory spending pengembangan kompetensi sebesar 0,37 persen dari APBD Kaltim.
“Saya berharap semangat kerja tetap terjaga. Dengan APBD Perubahan, saya optimis akan ada tambahan pagu sehingga mendekati ketentuan mandatory spending,” bebernya. (mn/ute)
![]()












