SUARA lantunan pujian Natal dan doa mengalir khusyuk terdengar dari sudut Gereja Toraja Jemaat Kalvari, Desa Sepaso Barat, Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur pada Jumat, 12 Desember 2025.
Suasana hangat dan penuh kedamaian menyelimuti gedung gereja dipenuhi ratusan jemaat, hadir sejumlah sosok berseragam cokelat yang menjaga dengan senyum dan sapaan ramah.
Itulah wajah sejumlah personel Polsek Bengalon, penjaga perayaan Natal Tahun 2025 dengan sentuhan humanis.
Sejak pagi, sejumlah personel Polsek telah bersiaga di dalam dan sekitar area gereja. Bukan hanya mengamankan, mereka juga membantu jemaat menyeberang jalan, mengatur parkir kendaraan, hingga memastikan arus lalu lintas tetap lancar. Kehadiran polisi tak terasa kaku, justru menyatu dengan suasana ibadah yang damai.
Perayaan Natal dipimpin Pendeta Yunus Alpian Ruruk dihadiri sekitar 850 jemaat. Gereja pun dipenuhi wajah-wajah penuh sukacita, merayakan Natal dengan rasa aman dan nyaman. Semua rangkaian ibadah berjalan tertib dan khidmat tanpa gangguan.
Kapolsek Bengalon, AKP Asriadi berbagi cerita tentang pengamanan perayaan Natal tahun ini. Katanya, Natal kali ini merupakan bagian dari pelayanan Polri kepada masyarakat. Bagi dia, kehadiran polisi dalam kegiatan keagamaan sebagian wujud nyata negara hadir untuk semua umat.
“Pengamanan kami lakukan dengan pendekatan humanis. Kami ingin jemaat benar-benar merasakan Natal dengan tenang, tanpa rasa khawatir. Polri hadir bukan hanya untuk menjaga keamanan, tapi juga memberi rasa nyaman,” ujar AKP Asriadi.
Pengamanan Natal kali ini melibatkan tiga personel Polsek Bengalon bersinergi dengan panitia Gereja Toraja Jemaat Kalvari. Selain menjaga keamanan, personel juga aktif memberi imbauan kepada jemaat agar tetap tertib dan memperhatikan keselamatan selama kegiatan berlangsung.
Hasilnya pun terasa nyata. Perayaan Natal berjalan lancar hingga usai. Tak ada gangguan kamtibmas, tidak ada kemacetan. Hanya kebersamaan yang hangat antara aparat keamanan dan masyarakat.
“Alhamdulillah, seluruh rangkaian ibadah berjalan aman dan tertib. Ini berkat kerja sama yang baik antara kepolisian, panitia gereja, dan seluruh jemaat,” tutur Asriadi.
Melalui pengamanan humanis dan profesional itu, Polsek Bengalon berharap Natal 2025 tak hanya jadi momen spiritual bagi umat Kristiani, tapi juga sebagai simbol kuatnya toleransi, persaudaraan, dan kebersamaan di tengah masyarakat Bengalon. Sebuah pesan damai yang dijaga, bukan dengan kekuatan, melainkan dengan ketulusan. (ute)
![]()












