AdvertorialDiskominfo Kutai Timur

Bank Sampah Tingkat RT Mulai Berkembang di Sangatta Selatan

SANGATTA, KASAKKUSUK.com – Program bank sampah di tingkat Rukun Tetangga (RT) mulai berkembang di Desa Sangatta Selatan. Hal ini sebagai upaya mengurangi beban pengelolaan sampah sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.

“Beberapa RT sudah memiliki bank sampah yang berjalan dengan baik. Demikian diungkapkan Kepala Desa Sangatta Selatan,” ungkap Kepala Desa Sangatta Selatan, Muhajir kepada KASAKKUSUK.com di ruang kerjanya pada Rabu, 26 November 2025.

Muhajir menjelaskan, program bank sampah ini telah disosialisasikan ke RT dan Dasawisma sebagai bagian dari upaya pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Keberadaan bank sampah di tingkat RT diharapkan bisa meringankan beban pemerintah dalam pengolahan sampah.

“Ini sudah kita sosialisasikan ke RT, ke Dasawisma, dan sejauh ini sudah ada beberapa yang berjalan. Ada bank-bank sampah yang sudah tercipta di beberapa RT. Harapan kita ini bisa berkelanjutan dan RT lain juga bisa memilikinya,” ucap Muhajir.

Program bank sampah ini juga bisa diintegrasikan dengan Bantuan Keuangan Khusus Desa (Bankeususdes). Sebab Bankeususdes dengan anggaran senilai Rp 250 juta setiap RT diyakini mampu merealisasikan program bank sampah tersebut. Sehingga keberadaan bank sampah di tingkat RT, kata dia, sebagai upaya pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan.

Dia menjelaskan bank sampah bekerja dengan sistem menabung sampah yang memiliki nilai ekonomis seperti plastik, kertas, kaleng, dan botol. “Masyarakat yang menyetor sampah tentu akan mendapat pencatatan seperti menabung di bank, dan nilai sampah bisa diuangkan secara berkala,” beber Muhajir.

Selain memberikan nilai ekonomis bagi masyarakat, lanjut dia, bank sampah juga menanamkan kesadaran untuk memilah sampah sejak dari rumah.

Dia bilang, pemilahan sampah organik dan anorganik menjadi kunci keberhasilan pengelolaan sampah yang berkelanjutan. “Program bank sampah ini juga sejalan dengan kebijakan pemerintah daerah dalam rangka menuju Adipura,” tutur Muhajir.

Diungkapkan pula, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur mendapat ultimatum dari pemerintah pusat terkait pengolahan sampah, sehingga semua desa diminta berkontribusi mengatasi persoalan sampah.

Muhajir mengakui, pengelolaan sampah menjadi pekerjaan rumah bersama. Sangatta Selatan sebagai salah satu desa di perkotaan merupakan penghasil sampah yang cukup besar sehingga perlu upaya serius dalam penanganannya.

“Kita ikut berpartisipasi dan tentu ikut prihatin atas apa yang dialami pemerintah kita. Dinas Lingkungan Hidup yang mendapat sanksi dari pemerintah pusat terkait pengolahan sampah,” beber Muhajir.

“Kita sudah beberapa kali rapat khususnya desa-desa yang produktivitas sampahnya luar biasa,” sambungnya.

Ke depan, kata dia, pemerintah desa menargetkan semua RT bisa memiliki bank sampah yang aktif.

Dukungan berupa pelatihan pengelolaan bank sampah, bantuan timbangan dan peralatan, serta jaminan pasar untuk sampah yang dikumpulkan perlu diberikan agar program berkelanjutan.

Dia juga menilai perlu adanya edukasi berkelanjutan kepada masyarakat tentang pentingnya memilah sampah dan manfaat ekonomis dari bank sampah.

“Dengan partisipasi aktif masyarakat, program bank sampah bisa jadi solusi jangka panjang untuk mengurangi volume sampah yang harus diangkut ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA),” papar Muhajir. (adv/ute)

Loading

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

error: