SANGATTA, KASAKKUSUK.com – Pemkab Kutai Timur telah membangun embung di sejumlah desa di Kecamatan Sangkulirang Kabupaten Kutai Timur.
Terdapat dua embung yang sudah terisi air, seperti Desa Mandu Pantau Sejahtera (PS) dan Desa Saka di sebelahnya. Namun infrastruktur pendukung untuk distribusi air bersih ke masyarakat belum optimal.
Sehingga warga di desa tersebut masih menghadapi permasalahan serius terkait akses mendapatkan air bersih.
Hal itu diungkapkan warga saat menyampaikan keluhannya kepada Anggota DPRD Kutai Timur, Faizal Rachman ketika menggelar reses di Desa Mandu PS dan Bukit Permata Kecamatan Sangkulirang belum lama ini.
Faizal Rachman merupakan politikus PDI Perjuangan dari daerah pemilihan (Dapil) Kutai Timur V meliputi lima kecamatan yakni Sangkulirang, Sandaran, Kaliorang, Kaubun, dan Karangan. Namun dia baru sempat reses di dua desa di Sangkulirang.
“Isu penting di sana itu air bersih. Sayangnya Mandu PS itu ternyata ada program pemerintah kemarin bikin embung, tapi masih ada masalah,” ungkap Faizal Rachman kepada wartawan di gedung DPRD Kutai Timur pada Kamis, 11 September 2025.
Tak hanya embung dipersoalkan, kata Faizal, upaya pengeboran sumur dalam di sejumlah desa seperti Pelawan, Mandu PS, dan Terap juga menghadapi kendala serius. Air tanah di daerah itu, lanjut dia, mengandung minyak tinggi dan tidak layak konsumsi.
Akibat kondisi ini, masyarakat terpaksa membeli air atau menggunakan air sungai yang ditampung dalam tandon untuk kebutuhan sehari-hari.
“Airnya itu kalau sudah lebih dari 20 meter sudah tidak bisa dipakai. Tidak bisa dikonsumsi dan itu berminyak. Termasuk Pelawan juga keluhannya begitu,” ungkap Faizal.
Sebagai solusi jangka pendek, dia mengusulkan program sumur bor seperti yang berhasil dilakukan di Bukit Permata. Program tersebut merupakan kerjasama antara pemerintah dan program desa.
Dia juga menekankan pelayanan dasar berupa air bersih, listrik, kesehatan, dan pendidikan menjadi prioritas utama yang harus diselesaikan pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah terpencil.
“Kalau usulan itu kita coba masukkan sumur bor. Seperti yang kemarin kesulitan di Bukit Permata, sekarang sudah mulai ada solusi dengan program desa,” ucapnya. (qi/ute)
![]()












