Daerah

95 Persen Proyek Multiyears Tuntas, Satu Kontraktor Lari

SANGATTA, KASAKKUSUK.com -Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kutai Timur, Noviari Noor mengungkapkan hampir 95 persen dari 20 paket proyek multiyears atau tahun jamak berhasil diselesaikan tepat waktu. Sedangkan satu proyek di antaranya hanya mencapai 6 persen lantaran kontraknya lari.

“Proyek multiyears dari sekian banyak paket ada 20, semuanya sudah selesai. cuma satu ada terkendala baru mencapai 6 persen, ternyata kontraktornya lari,” ungkap Noviari kepada wartawan di ruang kerjanya pada Senin, 21 Juli 2025.

Dia bilang satu-satunya proyek yang bermasalah tersebut berlokasi di Kecamatan Sandaran, di mana kontraktor meninggalkan proyek ketika progres baru mencapai 6 persen. Adapun proyek lainnya, kata Noviari, berjalan lancar dan sesuai target ditetapkan.

Komitmen Pemkab Kutai Timur terhadap pembangunan infrastruktur tercermin dari besarnya alokasi anggaran untuk proyek multiyears.

Berdasarkan data APBD 2023, total anggaran multiyears mencapai Rp1,369 triliun dengan anggaran murni tahun 2023 sebesar Rp442 miliar. Untuk mendukung keberlanjutan proyek tahun 2024, pemerintah mengalokasikan sekitar Rp270 miliar dalam anggaran perubahan.

“Investasi besar ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam membangun infrastruktur yang berkualitas dan berkelanjutan. Salah satu pencapaian signifikan adalah peresmian awal pelaksanaan proyek multiyears untuk tiga kecamatan di pedalaman dengan total senilai Rp204,585 miliar,” paparnya.

Ia juga menyampaikan proyek multiyears di Kutai Timur tidak hanya fokus pada infrastruktur jalan, tapi juga mencakup berbagai sektor vital.

Program Sistem Penyediaan Air Minum Desa (Spamdes) masuk dalam proyek multiyears senilai Rp45 miliar lebih, menunjukkan perhatian pemerintah terhadap kebutuhan dasar masyarakat akan air bersih.

Proyek peningkatan sistem drainase perkotaan di Sangatta Utara juga menjadi bagian dari program multiyears dengan total anggaran Rp40 miliar meliputi pembangunan di Jalan Dayung, Sidodadi, Ilham Maulana hingga Singa Gembara.

Untuk menjaga akuntabilitas dan efisiensi penggunaan anggaran, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur menerapkan sistem pembayaran proyek multiyears disesuaikan dengan progres di lapangan.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah Kutai Timur, Rizali Hadi menjelaskan pembayaran dilakukan bertahap sesuai kemajuan proyek untuk memastikan dana digunakan secara optimal.

“Sistem ini terbukti efektif dalam mengontrol pelaksanaan proyek dan mencegah terjadinya pemborosan anggaran. Dengan mekanisme pembayaran bertahap, pemerintah dapat mengevaluasi berkelanjutan terhadap kualitas dan progres setiap proyek sedang berjalan,” paparnya. (qi/ute)

Loading

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

error: