Korporasi

PT Indominco Mandiri Sokong Agrowisata Sawah di Teluk Pandan

SANGATTA, KASAKKUSUK.com – PT Indominco Mandiri (IMM), korporasi bergerak di sektor tambang batu bara di Kabupaten Kutai Timur memiliki komitmen menyokong agrowisata sawah di Desa Teluk Pandan melalui program komprehensif. Mulai dari pembangunan infrastruktur hingga peningkatan kapasitas masyarakat.

Health Safety Environment Community (HSEC) Head PT IMM, Ngiromhudi menjelaskan dukungan pihaknya tidak hanya dalam bentuk infrastruktur fisik saja, tapi juga peningkatan kapasitas pengelola wisata berkolaborasi dengan pemerintah setempat.

Karena itu pihaknya berharap agar dengan kolaborasi antara dunia usaha dan pemerintah maka agrowisata ini juga bisa menjadi sarana eduwisata bagi pelajar di Kutai Timur, khususnya di Teluk Pandan.

“Untuk mendukung promosi, PT IMM akan memanfaatkan berbagai platform. Beberapa kali kita sampaikan secara offline ke berbagai event baik lokal, maupun tingkat provinsi atau nasional. Sedangkan secara online kita pakai media sosial.  Kita libatkan tim eksternal untuk upload di media sosial kami,” kata Ngiromhudi kepada wartawan di sela acara peresmian agrowisata sawah di Teluk Pandan oleh Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman pada Rabu 4 Juni 2025.

Ngiromhudi juga bilang pihaknya mengembangkan program pertanian di sejumlah desa lainnya yang masih merupakan area ring-1 perusahaan seperti Desa Suka Damai dan Desa Santan Ulu.

Karena itu pihak perusahaan akan berkolaborasi dengan pemerintah desa dalam peningkatan infrastruktur irigasi, bibit, dan peningkatan kapasitas petani bahkan infrastruktur untuk mendukung wisata sawah.

Sebelum agrowisata sawah diresmikan, Kepala Desa Teluk Pandan, Andi Herman dalam sambutannya mengapresiasi memberikan semua perusahaan yang telah ikut memberikan dukungannya terhadap Desa Teluk Pandan sehingga agrowisata sawah ini bisa terwujud.

“Kita harus menjaga investasi yang telah ditanamkan semua stakeholder pada agrowisata ini karena nilai yang sudah diinvestasikan sangat besar. Jadi  sudah seharusnya dirawat dan dijaga oleh seluruh masyarakat. Di sawah ini ditanam tiga jenis varietas padi yang unik yang menghasilkan beras hitam, beras merah dan beras putih,” bebernya.

Andi Herman mengaku optimistis dengan pencapaian bakal diraih dengan adanya agrowisata sawah yang pengurusnya terdiri dari tiga unsur yakni Gabungan Kelompok Yani (Gapoktan), Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan Badan Usaha Milik Desa (BUMdes) terutama berkaitan dengan dampak positif pada perekonomian di Teluk Pandan.

“Semoga Teluk Pandan tahun ini indeks desanya masuk 10 besar di Kutai Timur. Dua tahun lalu kami peringkat tiga di tingkat kecamatan, setahun lalu sudah menjadi yang pertama di Teluk Pandan,” harapnya.

Camat Teluk Pandan Anwar, juga mengapresiasi perusahaan yang selalu mendukung kegiatan di Teluk Pandan. Anwar juga mengaku jika keberadaan  agrowisata ini didukung berbagai pihak, salah satunya perusahaan.

“Terima kasih kepada pihak yang telah memberikan dukungan. Pemerintah Kabupaten Kutai Timur melalui OPD terlibat, perusahaan yang telah membantu melalui dana CSR. Selain wisata sawah, di Teluk Pandan juga ada pariwisata kelautan dan wisata goa. Mudah-mudahan ke depan semua desa di Teluk Pandan masing-masing memiliki destinasi wisata,” ucapnya.

Kepala Dinas Tenaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kutai Timur, Dyah Ratnaningrum mengemukakan agrowisata ini terealisasi melalui perjuangan panjang.

Dia bilang desain agrowisata Teluk Pandan merupakan hasil kolaborasi dari pemerintah kabupaten, pemerintah desa, perusahaan dan kelompok masyarakat melalui Gapoktan, Pokdarwis dan BUMDes.

“Desainnya berasal dari perusahaan dan sejumlah pihak lainnya. TNI juga mengawal pembangunan agrowisata ini,” ungkapnya.

Diah menyebutkan agrowisata sawah di Teluk Pandan kedua di Kutai Timur. Sebab agrowisata yang pertama ada di Kaubun diresmikan pada awal 2024. Karena itu pihaknya juga fokus pada modernisasi pertanian.

Instansi dipimpinnya itu telah menggaungkan modernisasi alat pertanian modern sebagai wujud modernisasi. Total anggaran dari APBN senilai Rp 18 miliar untuk optimalisasi cetak sawah dan membeli alat pertanian pada 2024, dan bakal meningkat tahun ini diperkirakan mencapai Rp60 miliar,” bebernya.

Dalam sambutannya, Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman mengulas latar belakang inisiatif agrowisata. Dari kondisi tersebut, muncul gagasan mengembangkan areal persawahan menjadi tempat wisata.

“Inisiatif ini muncul pada tahun 2021 saat panen raya di Kecamatan Kaubun tepatnya di Desa Bumi Rapak yang persawahannya sekitar 300 hektare. Di satu sisi kita gembira saat panen raya, namun petaninya termenung. Saya tanya petani termenung, ternyata terkait masalah pasca panennya. Muncul ide dengan kadis pertanian dan poktan untuk menjadikan areal persawahan jadi tempat wisata yang memungkinkan pendapatan bagi kelompok tani,” papar politikus PKS ini

Dia menargetkan pengembangan pertanian yang ambisius, dari pencanangan 100 ribu hektare lahan pertanian, 20 ribu hektare lainnya untuk penanaman padi.

Disebutkan pula total sawah yang eksis saat ini mencapai 3000 hektare dan akan dibangun 2000 hektare lebih.

“Saya mendapat jaminan dari KNPI ada 200 orang yang siap terlibat dengan niat siap terjun ke sawah dengan transformasi pertanian,” ungkap Ardiansyah.

“Silakan dikelola baik, buat aturan mainnya, petani harus tetap bekerja mengolah sawah sampai panen,” pintanya. (adv/q)

Loading

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

error: