KASAK-KUSUK.COM – PT Pertamina (Persero) saat ini tengah fokus menyelesaikan proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Kaltim yang digadang–gadang akan menjadi kilang minyak terbesar di Indonesia. Adapun progresnya, Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut saat ini telah mencapai 89,51% dan ditargetkan selesai pada 2025 mendatang.
Corporate Secretary PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Hermansyah Y Nasroen menjelaskan Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) di Balikpapan menjadi salah satu proyek dengan investasi terbesar dan kompleksitas tertinggi yang dilaksanakan Pertamina hingga saat ini sebagaimana informasi dilansir laman validnews.id. Jika mega proyek ini berhasil, Kilang Balikpapan akan menjadi kilang minyak terbesar yang dimiliki oleh Pertamina. Proyek RDMP Balikpapan dikerjakan dengan melibatkan total sebanyak 5.203 peralatan (Equipment) dengan berat keseluruhan mencapai 110 ribu ton atau setara dengan 4,5 kali berat patung Liberty di New York, Amerika Serikat yang seberat 24.600 ton.
Berdasarkan informasi yang dikutip dari laman detik.com, Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) dengan berat 1.099 ton menjadi salah satu unit yang terberat pada proyek RDMP Balikpapan. Bahkan, beratnya RFCC diklaim setara 12 unit pesawat Boeing 737-800 yang di mana per unitnya memiliki berat 79 ton. Equipment RFCC merupakan unit yang dapat meningkatkan profitabilitas kilang melalui pengolahan residu menjadi produk yang bernilai lebih tinggi.
Selain RFCC, ada juga equipment terpanjang yakni electrical cable sepanjang 5.040 kilometer yang jika dibentangkan setara dengan jarak antara Jakarta dan Soul, Korea Selatan yang diestimasikan sekitar 5 ribu kilometer.
Kemudian untuk equipment tertinggi di Kilang Balikpapan adalah propylene splitter dengan tinggi mencapai 110 meter. Tinggi propylene splitter pada proyek RDMP Balikpapan setara dengan bangunan gedung 30 lantai. Dalam proyek ini, tercatat juga volume material beton, berat steel structure dan panjang welding pipa yang menggambarkan betapa besar dan kompleksnya proyek RDMP Balikpapan. Di mana volume material beton yang digunakan yaitu mencapai 307.670 meter kubik atau setara dua kali volume beton Petronas Tower di Malaysia yang sebesar 150 ribu meter kubik.
Kemudian berat steel structure mencapai 74.723 ton atau setara dengan 7 kali berat steel Menara Eiffel yang sebesar 10.100 ton. Adapun panjang welding pipa mencapai 4.986.421 dia-inch, atau 11 kali panjang welding proyek PKT Bontang yang sepanjang 450.000 dia-inch. Proyek RDMP Balikpapan akan meningkatkan kapasitas kilang menjadi 360.000 barel per hari dari yang sebelumnya hanya mampu 260.000 barel per hari.
Adapun peningkatan kapasitas tersebut ditargetkan akan selesai pada Mei 2024 mendatang. Dengan demikian, Refinery Unit V Balikpapan akan menjadi kilang terbesar di Indonesia, mengalahkan Refinery Unit IV Cilacap dengan kapasitas produksi 348 ribu barrel per hari. Bahkan menurut Hermansyah, Kilang Balikpapan juga akan menjadi salah satu kilang minyak terbesar di Asia Tenggara.
Seperti diketahui, kilang milik Exxon di Singapura saat ini masih menduduki posisi pertama sebagai kilang minyak terbesar di Asia Tenggara sebagaimana informasi yang dikutip dari laman kompas.com.
Mengenai Kilang Balikpapan disebut akan menempati posisi ketiga terbesar di Asia Tenggara, lanjut dia, dengan kapasitas barunya sebesar 360 ribu barel per hari. Diikuti Kilang Cilacap dengan kapasitas 348 ribu barel per hari, dan Singapore Refining Corporation Jurong Island Refinery dengan kapasitas 290 ribu barel per hari. (*/ogy)
sumber: topkonstrusi
![]()












