Revitalisasi Stadion Kudungga Kutai Timur Beri Dampak Ekonomi Bagi Masyarakat

SANGATTA, KASAKKUSUK.com – Revitalisasi atau perawatan Stadion Kudungga Kutai Timur ternyata berdampak pada peningkatan kualitas sarana olahraga dan memicu efek ekonomi berganda bagi masyarakat dan pelaku usaha di sekitar kawasan stadion.

“Dampak yang bisa dirasakan warga dari berbagai kelompok usaha, mulai dari pedagang kaki lima, pengemudi ojek daring, hingga pelaku usaha perhotelan yang mendapat manfaat dari meningkatnya aktivitas dan kegiatan di kawasan stadion,” kata Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutai Timur, Basuki Isnawan kepada KASAKKUSUK.com di ruang kerjanya pada Kamis, 3 September 2026.

Dia menjelaskan, perawatan stadion menjadi salah satu prioritas karena kondisi fasilitas sangat menentukan minat masyarakat maupun penyelenggara kegiatan untuk menggunakan fasilitas tersebut.

“Kalau ini enggak dirawat, WC-nya rusak, rumputnya enggak bagus, orang enggak mau lagi menggunakan stadion,” ungkap Basuki.

Dia bilang, keberadaan stadion yang terawat dan tertata memberikan dampak langsung maupun tidak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

Dia mencontohkan, pedagang nasi kuning dan gorengan di sekitar stadion yang mengaku mengalami peningkatan pendapatan ketika kegiatan di kawasan tersebut ramai.

Tidak cuma pedagang kaki lima, kata dia, pengemudi ojek daring dan pengelola tempat penginapan di sekitar stadion juga ikut merasakan manfaat dari meningkatnya mobilitas masyarakat selama berlangsungnya berbagai kegiatan.

Dikemukakan pula, pembenahan fasilitas seperti toilet, area parkir dan lingkungan stadion membuat penyelenggara acara atau event organizer mulai memanfaatkan area luar stadion untuk berbagai kegiatan.

Menurutnya, pemanfaatan tersebut dilakukan dengan tetap menjaga fungsi utama stadion, khususnya lapangan sepak bola, sehingga kegiatan pendukung tidak mengganggu aktivitas olahraga.

Dari sisi Pemerintah Daerah, lanjut dia, Stadion Kudungga juga memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui retribusi yang telah diatur dalam peraturan daerah.

Namun, Basuki menyebut nilai retribusi tersebut relatif kecil jika dibandingkan dengan manfaat ekonomi yang muncul secara tak langsung dari meningkatnya aktivitas masyarakat di kawasan stadion.

Basuki menilai, keberadaan stadion yang terawat bukan hanya berkaitan dengan penerimaan daerah, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat untuk beraktivitas sekaligus menggerakkan perekonomian sektor informal.

“Kalau sarana stadion tidak dirawat dengan baik, dampaknya bukan hanya pada hilangnya potensi PAD, tetapi juga hilangnya ruang hiburan dan aktivitas ekonomi bagi masyarakat sekitar. Kami berharap kondisi ini dapat terus dipertahankan sebagai salah satu bukti nyata manfaat program revitalisasi sarana olahraga yang dilakukan Dispora Kutai Timur,” papar Basuki. (adv)

www.kasakkusuk.com

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: