SAMARINDA, KASAKKUSUK.com – Kota Samarinda disebut menjadi daerah pertama di Kaltim yang telah menjalankan manajemen talenta Aparatur Sipil Negara (ASN) secara nyata, tidak sekadar pada tahap komitmen.
Pengakuan tersebut disampaikan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Prof Dr Zudan Arif Fakrulloh dalam forum kepala daerah se-Kaltim.
Pernyataan itu disampaikan Wali Kota Samarinda, Andi Harun usai menghadiri Pengukuhan Dewan Pengurus Korpri Provinsi Kaltim masa bakti 2026-2031 serta penandatanganan komitmen bersama kepala daerah se-Kaltim terkait penerapan manajemen talenta ASN 2026 di Pendopo Odah Etam, Samarinda pada Selasa, 19 Mei 2026.
“Kita adalah daerah pertama di Provinsi Kaltim yang secara implementatif telah melaksanakan manajemen talenta. Tadi Pak Zudan menyebut ada 5-6 kabupaten, kota, dan provinsi yang telah berkomitmen. Tapi baru Samarinda yang melaksanakannya secara implementatif,” ungkap Andi Harun.
Dia menjelaskan, sistem manajemen talenta di lingkungan Pemerintah Kota Samarinda sebenarnya sudah mulai diterapkan sejak proses seleksi Sekretaris Daerah (Sekda). Kini, pola tersebut digunakan dalam promosi, mutasi, hingga rotasi pejabat.
Menurutnya, sistem itu dirancang untuk menekan praktik subjektif dalam birokrasi yang selama ini kerap dipengaruhi faktor kedekatan personal, kepentingan primordial, maupun potensi transaksi jabatan.
“Ini sistem yang disediakan negara untuk menghilangkan atau mereduksi faktor-faktor pertimbangan subjektif dalam penempatan, promosi, dan mutasi pegawai,” ujar politikus Partai Gerindra ini.
Andi Harun menilai, manajemen talenta menjadi instrumen penting untuk memastikan jabatan strategis diisi oleh aparatur yang memiliki kapasitas, integritas, dan kompetensi sesuai kebutuhan organisasi.
“Metodologi sistem ini juga bisa mereduksi faktor suap-menyuap dalam promosi jabatan dan mutasi, sekaligus mengurangi penggunaan faktor kedekatan emosional yang bertentangan dengan objektivitas,” tuturnya.
Pada kesempatan itu, dia juga mendorong pemerintah daerah lain di Kaltim agar tidak berhenti pada tahap penandatanganan komitmen semata, melainkan segera mengimplementasikan sistem tersebut secara menyeluruh.
“Daerah lain tadi masih sebatas komitmen, implementasinya belum. Kalau Samarinda sudah komitmen plus implementasi,” paparnya.
Ke depan, Pemkot Samarinda memastikan seluruh proses promosi, mutasi, dan rotasi ASN akan terus mengacu pada sistem manajemen talenta guna memperkuat profesionalisme birokrasi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik. (sam/ute)
www.kasakkusuk.com
![]()












