DaerahRagam

Gubernur Kaltim Dorong Daerah Cari Sumber PAD Baru

SAMARINDA, KASAKKUSUK.com – Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud mengingatkan seluruh pemerintah daerah di provinsi dipimpinnya agar segera mencari berbagai sumber pendapatan asli daerah (PAD) baru.

Hal ini dinilai penting agar pembangunan daerah tetap berjalan tanpa terlalu bergantung pada transfer ke daerah (TKD) dari pemerintah pusat.

Menurut Rudy Mas’ud, potensi pemangkasan dana transfer masih mungkin terjadi dalam beberapa tahun mendatang.

Karena itu, pemerintah daerah perlu memperkuat struktur pendapatan asli daerah (PAD) dengan memaksimalkan berbagai sektor ekonomi yang tersedia.

“Daerah tidak bisa terus bergantung pada dana transfer dari pemerintah pusat. Kita harus mulai memperkuat PAD dengan memaksimalkan potensi ekonomi yang dimiliki,” kata Rudy Mas’ud di Samarinda sepekan lalu.

Salah satu peluang yang dinilai besar adalah penguatan aktivitas ekspor dan impor melalui pelabuhan di wilayah Kaltim.

Selama ini sebagian besar komoditas dari provinsi tersebut masih dikirim melalui pelabuhan di Surabaya dan Jakarta sebelum diekspor ke luar negeri.

Akibatnya, berbagai potensi pajak dan aktivitas ekonomi justru tercatat di daerah lain. Jika pengiriman barang dapat dilakukan langsung dari pelabuhan di Kaltim, maka penerimaan pajak dan retribusi bisa masuk langsung ke kas daerah.

Selain sektor pelabuhan, gubernur juga menyoroti masih banyaknya aset milik pemerintah provinsi yang belum dimanfaatkan secara optimal.

“Aset-aset daerah tidak boleh dibiarkan menganggur atau ‘tidur’, tetapi harus dikelola agar memberikan nilai ekonomi dan menjadi sumber baru pendapatan daerah,” tegas Rudy Mas’ud.

Dia juga mengemukakan gagasan pembangunan pusat kawasan berikat logistik. Kawasan ini memungkinkan barang impor atau barang dari dalam wilayah pabean diolah, dikemas ulang, atau digabungkan dengan komoditas lain sebelum didistribusikan kembali.

Salah satu lokasi yang dinilai potensial berada di sekitar Kecamatan Sangasanga, dengan memanfaatkan jalur transportasi Sungai Mahakam sebagai akses logistik utama.

Menurutnya, skema tersebut tidak hanya memperkuat rantai distribusi barang, tapi juga membuka peluang penerimaan pajak dan retribusi baru dari aktivitas kepelabuhanan serta perdagangan internasional.

Pemanfaatan aset daerah juga diarahkan melalui berbagai skema kerja sama, termasuk melibatkan perusahaan daerah agar aset tersebut mampu menghasilkan pendapatan bagi pemerintah provinsi.

Gubernur Rudy Mas’ud mengaku optimistis pengelolaan sektor pelabuhan, logistik, serta aset daerah secara maksimal dapat memperkuat struktur PAD sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap dana transfer dari pemerintah pusat.

Optimalisasi tersebut juga akan didorong melalui peran perusahaan daerah (Perusda). Badan usaha milik daerah itu diminta lebih aktif menangkap peluang bisnis yang berkaitan dengan logistik, pelabuhan, dan perdagangan internasional.

Salah satu sektor yang dinilai sangat potensial untuk dikembangkan adalah industri perikanan.

“Perusda bisa membangun fasilitas cold storage, karena kebutuhan penyimpanan hasil perikanan masih sangat besar, terutama di wilayah pesisir,” ungkap Rudy Mas’ud.

Beberapa daerah yang memiliki potensi besar di sektor ini antara lain Kutai Timur, Bontang, Kutai Kartanegara, Balikpapan, Penajam Paser Utara, serta Paser yang merupakan kawasan pesisir dengan aktivitas perikanan cukup tinggi.

Dengan dukungan fasilitas penyimpanan dan distribusi yang memadai, hasil laut dari wilayah tersebut berpeluang dipasarkan langsung ke pasar internasional.

Pengembangan jalur ekspor langsung juga mulai diarahkan ke negara yang dekat secara geografis, salah satunya Singapura. Jalur pelayaran langsung dari Balikpapan menuju Singapura dinilai dapat memangkas biaya logistik sekaligus mempercepat arus perdagangan.

Jika skema ekspor-impor langsung ini berjalan, Kalimantan Timur tidak hanya menjadi daerah penghasil komoditas, tapi juga berpotensi berkembang sebagai pusat logistik dan perdagangan internasional di kawasan timur Indonesia.

Potensi pajak dan retribusi dari aktivitas tersebut diharapkan mampu memperkuat PAD serta mengurangi ketergantungan daerah terhadap dana transfer pemerintah pusat. (adp/ute)

www.kasakkusuk.com

Loading

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

error: