SANGATTA, KASAKKUSUK.com – Pemerintah Desa (Pemdes) Bukit Makmur, Kecamatan Kaliorang, Kabupaten Kutai Timur mengancam akan menggelar aksi protes tanpa batas waktu jika perusahaan tambang dan perkebunan di sekitar wilayahnya tetap mengabaikan usulan pengelolaan limbah oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Pernyataan itu disampaikan Kepala Desa Bukit Makmur, Adventus Eko P. Lenama usai rapat koordinasi internal berlangsung Senin, 2 Maret 2026.
Rapat dihadiri Ketua BPD, para kepala dusun, dan Ketua LPM secara khusus membahas persoalan pengelolaan limbah padat maupun cair yang dihasilkan dari aktivitas pertambangan dan perkebunan di sekitar desa.
“Kami sudah mengajukan permohonan untuk mengelola limbah melalui BUMDes, tapi sampai sekarang tidak ada respons. Sementara vendor dari luar justru saling berebut. Masa kami hanya jadi penonton? Kami juga punya hak yang sama,” tegas Adventus.
Menurut dia, pemerintah desa akan mengupayakan pertemuan lanjutan dengan manajemen perusahaan pada Senin pekan depan.
Pertemuan itu diharapkan menghasilkan keputusan konkret terkait keterlibatan desa dalam pengelolaan limbah operasional. Hasil dari pengelolaan tersebut direncanakan menjadi sumber Pendapatan Asli Desa (PADes).
Dana itu, lanjut Adventus, akan diarahkan untuk pembangunan infrastruktur penunjang usaha masyarakat, seperti jalan usaha tani dan gorong-gorong di kawasan pertanian.
“Kalau pertemuan nanti tidak ada kesepakatan, kami akan melakukan aksi sampai tuntutan ini dipenuhi,” ujar Adventus.
Selain isu limbah, pemerintah desa juga menyoroti distribusi program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan yang dinilai belum proporsional.
Adventus menyebut desa-desa kategori ring satu yang berada paling dekat dan terdampak langsung operasional perusahaan justru menerima porsi CSR lebih kecil dibanding desa di luar ring satu.
“CSR itu kewajiban setiap perusahaan. Tapi belum ada keseimbangan antara desa ring satu dengan yang bukan ring satu. Bahkan kegiatan lebih banyak di luar desa ring satu, padahal kami yang paling banyak menanggung dampaknya,” tutur Adventus.
Karena itu, Pemdes Bukit Makmur mendesak perusahaan agar memprioritaskan desa ring satu dalam penyaluran CSR serta melibatkan BUMDes secara aktif dalam rantai pengelolaan limbah di wilayah tersebut. (qi/ute)
www.kasakkusuk.com
![]()












