DaerahRagamTNI/POLRI

Operasi Keselamatan Mahakam 2026, Kutai Timur Nihil Kecelakaan

SANGATTA, KASAKKUSUK.com –  Kepala Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kutai Timur, AKP Rezky Nur Meihendra memaparkan hasil pelaksanaan Operasi Keselamatan Mahakam 2026 yang digelar selama 14 hari, mulai 2 hingga 15 Februari 2026.

Hal ini disampaikan AKP Rezky Nur dalam konferensi pers dipimpin Kapolres Kutai Timur, AKBP Fauzan Arianto dihadiri Wakapolres, Kompol Ahmad Abdullah berlangsung di aula Mapolres Kutai Timur Sangatta pada Senin, 23 Februari 2026.

Kepala Satlantas AKP Rezky Nur mengungkapkan dalam periode tersebut, tidak tercatat satu pun kejadian kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres Kutai Timur. Dengan demikian, Operasi Keselamatan Mahakam 2026 di Kutai Timur nihil kecelakaan lalu lintas.

Dia bilang, operasi tahun ini mengusung tema “Mewujudkan Budaya Tertib Berlalu Lintas yang Aman dan Nyaman Menjelang Operasi Ketupat 2026″.

“Sepanjang Operasi Keselamatan Mahakam 2026, tidak terjadi kecelakaan lalu lintas. Tahun lalu ada tiga kejadian, sehingga tahun ini trennya turun 100 persen,” beber AKP Rezky Nur.

Operasi ini melibatkan personel Polres Kutai Timur bersama instansi terkait seperti Dinas Perhubungan, Jasa Raharja, dan Satpol PP. Kegiatan difokuskan pada langkah preemtif, preventif, dan represif.

“Kami memaksimalkan langkah preemtif dan preventif melalui 42.491 kegiatan edukasi dan imbauan melibatkan seluruh Polsek dan jajaran. Hasilnya, selama operasi tahun ini tidak ada kejadian laka lantas,” ucap Rezky Nur.

Jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, kata dia, intensitas kegiatan edukatif meningkat drastis hingga 1.745 persen. Strategi tersebut difokuskan pada peningkatan kesadaran masyarakat terhadap keselamatan berkendara.

Pada sisi penegakan hukum, lanjut dia, Satlantas memanfaatkan teknologi Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), baik statis maupun mobile.

Sebanyak 1.568 pelanggaran tercatat selama operasi didominasi pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm berstandar SNI serta pengemudi mobil yang tidak mengenakan sabuk keselamatan.

Meski demikian, pihaknya tetap melakukan penindakan melalui ETLE handheld sebagai bentuk penegakan hukum yang bisa membuat efek jera bagi pelaku pelanggaran kelengkapan dan aturan teknis berkendara.

“Keberhasilan operasi ini menjadi pijakan awal menghadapi Operasi Ketupat Mahakam menjelang arus mudik Lebaran. Kami telah memetakan titik rawan kecelakaan dan kepadatan lalu lintas dari wilayah Kongbeng hingga Teluk Pandan,” ujarnya.

Karena itu, dia terus mendorong program Zero Accident tersebut dan memperkuat pemantauan melalui Media Center Presisi Kutai Timur dan Smart Traffic Management untuk memonitor arus kendaraan secara real-time.

“Kami juga mengimbau masyarakat untuk menjaga ketertiban selama Ramadan dengan tidak melakukan balap liar, menggunakan knalpot tidak sesuai standar, maupun konvoi sahur yang berpotensi mengganggu keamanan,” tutur Rizky Nur.

Dia juga mengajak masyarakat agar bisa memanfaatkan layanan call center 110 yang aktif 24 jam apabila membutuhkan bantuan atau pengamanan di jalan raya. (ogy/ute)

www.kasakkusuk.com

Loading

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

error: