DaerahEkonomiRagam

Pelaku Usaha di Kutai Timur Ditargetkan Naik Kelas Dalam 3 Tahun

SANGATTA, KASAKKUSUK.com – Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Kutai Timur, Teguh Budi Santoso menargetkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kutai Timur naik kelas dalam dua hingga tiga tahun ke depan.

Indikator naik kelas, kata dia, dimaknai melalui peningkatan omzet usaha serta kemampuan menyerap tenaga kerja.

Teguh menyebutkan visi tersebut menjadi fokus utama pengembangan UMKM di bawah kepemimpinannya.

“Semua UMKM bisa naik kelas. Naik kelas itu artinya omzet meningkat dan, kalau memungkinkan, bisa menambah dua sampai tiga karyawan,” tutur Teguh saat ditemui KASAKKUSUK.com di ruang kerjanya pada Selasa, 20 Januari 2026.

Dia mencontohkan kerja sama ekspor produk Amplang Batu Bara ke Sabah, Malaysia yang berdampak langsung pada peningkatan kapasitas produksi dan penyerapan tenaga kerja.

Dia bilang, permintaan pasar luar negeri mendorong pelaku usaha untuk menambah pekerja bahkan membutuhkan rumah produksi khusus.

“Dengan adanya ekspor ke Sabah, mereka menambah tenaga kerja. Bahkan sempat menyampaikan butuh rumah produksi,” ucap Teguh.

Untuk mewujudkan target itu, pihaknya menyiapkan tiga strategi utama. Pertama, fasilitasi sertifikasi halal dan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) agar produk UMKM memenuhi standar pasar modern.

Kedua, lanjut dia, peningkatan kapasitas pelaku usaha melalui pelatihan digitalisasi dan manajemen keuangan.

Ketiga, pembangunan infrastruktur pendukung seperti rumah produksi bersama dan kawasan kuliner berbasis retribusi.

Selain itu, dia menekankan pentingnya quality control dalam pengembangan UMKM, khususnya sektor kuliner. Baginya, konsistensi kualitas produk menjadi kunci menjaga kepercayaan konsumen.

“Kalau rasanya tidak konsisten dua atau tiga kali, konsumen pasti pindah. Artinya quality control itu sangat penting,” ungkap Teguh.

Sebagai solusi, dia menawarkan pembangunan rumah produksi bersama bagi pelaku UMKM dengan jenis usaha sejenis.

Dia memberi perumpamaan lima produsen Amplang Batu Bara yang saat ini telah menjalin kerja sama.

“Bisa satu pabrik dengan satu standar quality control. Semua harus berbagi resep agar satu rasa dan satu kualitas,” beber Teguh.

Meski menghadapi keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi, namun dia mengaku optimistis target kenaikan kelas UMKM tetap dapat dicapai melalui koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) serta dukungan program Corporate Social Responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial perusahaan. (qi/ute)

Loading

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

error: