DaerahEdukasiPolitika

Keterbatasan Anggaran Jadi Tantangan Pencapaian Target Kinerja Sektor Pendidikan

SANGATTA, KASAKKUSUK.com  – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kutai Timur, Mulyono menilai keterbatasan anggaran masih menjadi tantangan terbesar dalam pencapaian target kinerja sektor pendidikan di daerah tersebut.

Dia bilang, dengan dukungan anggaran yang lebih besar, Dinas Pendidikan dapat memperluas dan mempercepat berbagai program peningkatan mutu pendidikan.

“Tantangannya sebenarnya klasik, anggaran. Dengan anggaran yang lebih besar, kita tentu bisa berbuat lebih banyak lagi,” ungkap Mulyono kepada KASAKKUSUK.com pada Selasa, 20 Januari 2026.

Menurut dia, pernyataan tersebut bukan berarti alokasi anggaran pendidikan selama ini tidak mencukupi. Namun, tambahan anggaran akan membuka peluang bagi Dinas Pendidikan untuk memperluas jangkauan program strategis agar dapat dirasakan lebih banyak sekolah dan peserta didik.

“Bukan berarti selama ini kurang. Tapi kalau kita diberi lebih, tentu program yang bisa kita buat juga lebih banyak,” tutur Mulyono.

Dia mencontohkan program pembelajaran Al-Qur’an yang saat ini baru menjangkau 39 sekolah. Dengan dukungan anggaran yang lebih besar, program tersebut berpotensi diperluas hingga mencakup seluruh sekolah negeri di Kutai Timur.

“Kalau dananya memungkinkan, bukan hanya 39 sekolah. Bisa saja seluruh Kutai Timur kita dorong,” papar Mulyono.

Hal serupa juga disampaikan terkait program Kandidat Sekolah Rujukan Google (KSRG). Saat ini, kata dia, Dinas Pendidikan menargetkan 35 sekolah untuk program digitalisasi tersebut.

Dia mengungkapkan, tambahan anggaran akan mempercepat perluasan program agar transformasi digital pendidikan berjalan lebih masif.

“Program KSRG sekarang 35 sekolah, tapi sebenarnya bisa lebih banyak lagi. Tinggal kita atur bertahap sesuai kemampuan anggaran,” beber Mulyono.

Meski menghadapi keterbatasan anggaran, namun dia memastikan bahwa dari sisi teknis pelaksanaan, hampir tidak ada kendala berarti. Seluruh program direncanakan dapat dijalankan dan diselesaikan dengan baik.

“Kalau tantangan teknis hampir tidak ada. Kalaupun ada, masih bisa diselesaikan,” ujar Mulyono.

Dengan kondisi anggaran saat ini, pihaknya menerapkan strategi pelaksanaan program secara bertahap dan merata, agar manfaatnya tetap dapat dirasakan di seluruh wilayah.

Mengenai kesejahteraan pegawai, dia menilai kondisi aparatur Dinas Pendidikan sudah cukup baik dan kompetitif dibandingkan daerah lain, terutama dari sisi Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) atau Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).

“Secara umum kesejahteraan pegawai hampir sama. Bahkan Kutai Timur cukup baik, terutama TPP-nya sudah cukup tinggi,” paparnya. (qi/ute)

Loading

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

error: