SAMARINDA, KASAKKUSUK.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda memastikan inflasi daerah tetap terkendali dan berada pada level aman.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi Samarinda secara tahunan (year on year) pada Desember 2025 tercatat sebesar 2,70 persen, masih dalam rentang target inflasi nasional 1,5–3,5 persen.
Kepastian tersebut disampaikan usai Pemkot Samarinda mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi yang digelar secara virtual pada Senin, 12 Januar 2026.
Rakornas dipimpin Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI, Komjen Pol Drs Tomsi Tohir M Si, dan diikuti seluruh pemerintah daerah se-Indonesia.
Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menghadiri rakor dari Ruang Rapat Wakil Wali Kota di Gedung PKK Samarinda.
Dalam arahannya, Sekjen Kemendagri menekankan pentingnya evaluasi kinerja daerah dalam menjaga stabilitas harga, baik untuk wilayah dengan inflasi tinggi maupun rendah, agar tetap berada dalam target nasional.
Data BPS per 5 Januari 2026 mencatat inflasi nasional pada Desember 2025 sebesar 0,64 persen (month to month), dengan inflasi tahunan dan inflasi kalender masing-masing 2,92 persen, masih sesuai sasaran pemerintah pusat.
Sementara di Samarinda, inflasi bulanan tercatat 0,87 persen. Indeks Harga Konsumen (IHK) meningkat dari 106,66 pada Desember 2024 menjadi 109,54 pada Desember 2025, mencerminkan stabilitas harga yang relatif terjaga.
Rakornas juga membahas perkembangan harga sejumlah komoditas strategis, seperti cabai, bawang, telur ayam ras, daging ayam ras, dan beras yang masih mengalami fluktuasi di beberapa daerah.
Direktur Statistik Harga BPS, Windhiarso Ponco Adi Putranto mengatakan bahwa harga emas internasional sepanjang 2025 menunjukkan tren kenaikan.
Menjelang Ramadan, Kemendagri meminta pemerintah daerah melakukan langkah antisipatif sejak dini dengan mengevaluasi tren harga minimal tiga tahun terakhir guna menjaga kestabilan harga selama Ramadan dan Idulfitri.
Menindaklanjuti hal itu, Pemkot Samarinda menggelar rapat koordinasi internal. Wakil Wali Kota Saefuddin Zuhri menegaskan pengendalian inflasi menjadi prioritas utama untuk menjaga daya beli masyarakat.
“Kami pastikan inflasi daerah tetap terkendali. Pemkot bersama seluruh pemangku kepentingan terus memperkuat koordinasi guna menjaga pasokan dan stabilitas harga,” tutur Wakil Wali Kota Saefuddin Zuhri.
Adapun sejumlah komoditas menjadi perhatian, khususnya cabai rawit yang mengalami kenaikan harga akibat faktor cuaca.
Data Dinas Perdagangan Kota Samarinda pada Minggu II Januari 2026 mencatat harga cabai merah besar Rp42.500/kg, cabai keriting Rp38.500/kg, cabai rawit Rp67.500/kg, bawang merah Rp45.500/kg, dan bawang putih Rp37.500/kg.
Pemkot Samarinda juga memastikan koordinasi dengan kelompok petani, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, serta melakukan pemantauan langsung hingga tingkat distributor dan pedagang. Pengawasan turut dilakukan terhadap harga minyak goreng agar tetap sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).
Untuk komoditas telur ayam ras, Pemkot mendorong optimalisasi produksi peternak lokal, terutama dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sementara stok beras Bulog dilaporkan aman hingga Lebaran 2026, dengan pemantauan pasokan dan harga turut dilakukan oleh Perumda Varia Niaga Samarinda.
Melalui berbagai langkah tersebut, Pemkot Samarinda menegaskan komitmennya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan pokok menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026. (sam/ute)
![]()












