SANGATTA, KASAKKUSUK.com – Kepala UPT Pasar Induk Sangatta, Bohari mengungkapkan pihaknya kini menyiapkan sejumlah inovasi guna meningkatkan daya saing sekaligus “menyulap” citra pasar tradisional menjadi lebih modern sehingga diminati generasi muda.
Inovasi dimaksud mulai dari konsep angkringan sore hari hingga pengembangan marketplace digital. Langkah ini ditargetkan mulai berjalan bertahap pada 2026.
Bohari menjelaskan munculnya inovasi tersebut dilatarbelakangi keinginan menjadikan pasar sebagai ruang ekonomi yang hidup, bersih, dan relevan dengan tren saat ini.
Salah satu terobosan yang tengah dirancangnya yaini pemanfaatan area parkir pasar untuk angkringan atau sentra kuliner pada sore hingga malam hari.
“Saya pernah sampaikan untuk membuat semacam angkringan setelah sore di dalam pasar. Fasilitas parkiran kita luas dan bagus, ini bisa dimanfaatkan,” tutur Bohari kepada KASAKKUSUK.com di UPT Pasar Induk Sangatta pada Selasa, 13 Januari 2026
Dia mengaku gagasan itu terinspirasi dari kunjungannya ke salah satu pasar di Kota Malang, Jawa Timur yang dinilainya berhasil menarik minat anak muda.
Dia bilang banyak generasi muda yang berjualan di pasar tersebut sehingga suasana menjadi lebih hidup dan tren penjualan ikut meningkat.
Selain kuliner, pengelola Pasar Induk Sangatta juga membuka ruang seluasnya bagi anak muda dan komunitas lokal untuk berkreasi, termasuk menjual produk kekinian agar pasar bisa dikenal luas secara positif.
UPT Pasar Induk, lanjut Bohari, siap memfasilitasi berbagai aktivitas yang mendukung pemasaran dan inovasi.
“Kami membuka kesempatan bagi anak muda di Kutai Timur, dari komunitas mana saja, untuk berinovasi dan berkreasi. Silakan jadikan Pasar Induk sebagai market dan membawa perubahan positif,” ajak Bohari.
Selain itu, transformasi digital juga menjadi perhatiannya. Dia bahkan mendorong pembentukan marketplace digital lokal atau platform online untuk mendukung aktivitas jual beli.
Meski demikian, sistem pembayaran saat ini masih didominasi transaksi tunai. Upaya penerapan pembayaran elektronik sempat dilakukan pada 2023, namun terkendala keterbatasan pemahaman teknologi, khususnya di kalangan pedagang lama.
Meski begitu, dia mengaku optimistis sistem pembayaran elektronik dapat diterapkan pada 2026 setelah dilakukan studi banding ke sejumlah pasar di Pulau Jawa.
“Skema yang disiapkan adalah sistem ganda, yakni pembayaran elektronik dan manual agar tetap mengakomodasi pedagang lama,” ucap Bohari.
“Dengan perkembangan zaman, kita harus mulai menggunakan teknologi. Marketplace dan sistem elektronik akan memberi nilai tambah, memudahkan pencatatan, monitoring, dan pembayaran,” sambung Bohari.
Pasar Induk Sangatta dinilai memiliki modal kuat untuk berbenah. Pada 2023, pasar ini meraih penghargaan tingkat nasional sebagai pasar pangan aman, yang menjamin produk yang beredar aman untuk dikonsumsi.
Capaian tersebut, kata dia, menjadi dasar optimisme pengelola untuk terus melakukan inovasi berkelanjutan. (qi/ute)
![]()












