DaerahKriminalTNI/POLRI

Pelaku Penganiayaan Sopir Ambulans di Bengalon Ditangkap 

SANGATTA, KASAKKUSUK.com – Seorang pengemudi ambulans menjadi korban penganiayaan saat menjalankan tugas mengangkut pasien di Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur pada Rabu, 7 Januari 2026. Hingga kini perkara tersebut telah ditangani pihak kepolisian.

Korban diketahui bernama Muhammad Syamsuddin, pengemudi ambulans yang saat kejadian sedang membawa dua orang pasien.

Akibat penganiayaan tersebut, Syamsuddin mengalami luka di bagian pelipis kiri setelah dipukul oleh pengendara mobil ” Pelaku telah diamankan dan sedang menjalani proses hukum di Polsek Bengalon.

Insiden bermula ketika ambulans dikemudikan korban mendahului mobil Grand Max yang diketahui dalam kondisi tanpa muatan.

Pengendara mobil tersebut diduga tak terima dan kemudian terjadi cekcok yang berujung pada aksi pemukulan.

“Awalnya pelaku bilang terserempet ambulans yang saya kendarai, lalu keterangannya berubah menjadi tidak terima karena saya mendahului mobilnya. Saya sudah melaporkan kejadian ini ke Polsek Bengalon,” ungkap  Syamsuddin saat dikonfirmasi pada Kamis, 8 Januari 2026.

Usai kejadian, korban langsung menjalani visum di rumah sakit terdekat untuk kepentingan penyelidikan. Hingga kini, korban masih menunggu hasil pemeriksaan medis tersebut.

Kapolsek Bengalon AKP Asriadi membenarkan adanya laporan penganiayaan terhadap pengemudi ambulans tersebut.

Dia bilang pihak kepolisian telah meminta keterangan dari korban maupun terduga pelaku serta mengarahkan korban untuk menjalani visum sebagai bagian dari proses hukum.

“Dari keterangan awal pelaku, motif pemukulan karena merasa hampir diserempet ambulans. Perkara ini pasti kami proses dan dalami untuk menentukan pasal yang akan dikenakan. Yang jelas, telah terjadi tindakan penganiayaan,” ungkap Asriadi.

Saat ini, lanjut dia, kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut di Polsek Bengalon guna memastikan unsur pidana dan pertanggungjawaban hukum pelaku. (qi/ute)

Loading

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

error: