NusantaraRagam

Wali Kota Samarinda Lolos Babak Final Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026

JAKARTA, KASAKKUSUK.com – Wali Kota Samarinda, Andi Harun berhasil lolos ke babak presentasi atau tahap akhir Anugerah Kebudayaan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat 2026.

Dia menjadi salah satu dari 10 kepala daerah yang diumumkan PWI Pusat pada malam pergantian Tahun Baru 2026.

Pengumuman tersebut disampaikan PWI Pusat sebagai bagian dari rangkaian penilaian Anugerah Kebudayaan PWI–Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang puncaknya akan digelar di Banten pada 9 Februari 2026.

Sepuluh kepala daerah yang lolos terdiri atas tiga wali kota dan tujuh bupati dari berbagai daerah di Indonesia.

Direktur Anugerah Seni dan Kebudayaan PWI Pusat, Yusuf Susilo Hartono menjelaskan bahwa babak presentasi dilakukan setelah Dewan Juri menilai proposal serta berbagai dokumen pendukung yang disampaikan para peserta.

Dokumen tersebut meliputi kebijakan daerah, peraturan daerah, video, hingga dokumentasi kegiatan kebudayaan.

“Berkas yang dinilai bisa puluhan hingga ratusan halaman. Untuk mendalami kebenaran dan implementasinya di lapangan, para bupati dan wali kota diundang melakukan presentasi langsung di PWI Pusat,” ungkap Yusuf pada Selasa, 31 Desember 2025.

Dewan Juri Anugerah Kebudayaan PWI–HPN 2026 berjumlah lima orang yakni Nungki Kusumastuti, Agus Dermawan T, Sudjiwo Tejo, Akhmad Munir, dan Yusuf Susilo Hartono.

Tiga wali kota yang masuk babak akhir adalah Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat; Wali Kota Samarinda, Andi Harun; dan Wali Kota Mataram, Mohan Roliskan.

Sementara tujuh bupati yang lolos yakni Bupati Lampung Utara, Harmartoni Ahadis; Bupati Temanggung, Agus Setiawan; Bupati Manggarai, Heribertus Geradus Laju Nabit; Bupati Blora, Arief Rohman; Bupati Labuhanbatu, Maya Hasmita; Bupati Manokwari, Hermus Indou; dan Bupati Padang Pariaman, John Kenedy.

Yusuf bilang presentasi para kepala daerah akan digelar pada 8–9 Januari 2026. Pada hari pertama, peserta dijadwalkan bersilaturahmi dengan pengurus PWI Pusat dan tokoh pers serta mengikuti pengundian nomor urut presentasi. Hari kedua digunakan untuk pemaparan program sesuai nomor yang telah ditentukan.

“Penilaian meliputi penguasaan materi, gaya dan teknik presentasi, serta sarana pendukung. Kepala daerah boleh membawa rombongan, namun tidak diperkenankan membantu berbicara,” tuturnya.

Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026 mengusung tema Pemajuan Kebudayaan Daerah yang Inklusif dan Berkelanjutan Berbasis Media dan Pers.

Mayoritas peserta memilih subtema penguatan keragaman ekspresi budaya dan interaksi budaya inklusif yang dikaitkan dengan 10 Objek Pemajuan Kebudayaan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017.

Selain kategori kepala daerah, pada penyelenggaraan tahun kesepuluh ini PWI Pusat juga menambahkan kategori rintisan “Wartawan dan Komunitas”.

Dewan Juri menetapkan tiga wartawan senior sebagai penerima penghargaan, yakni Rahmi Hidayati dari Tangerang Selatan, Seno Joko Suyono dari Jakarta atau Bekasi, dan Henri Nurcahyo dari Surabaya, atas kontribusi mereka dalam pengembangan seni dan budaya hingga tingkat nasional dan internasional. (mn/ute)

Loading

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

error: