SAMARINDA, KASAKKUSUK.com – Wakil Wali Kota Samarinda, Saefudin Zuhri mendorong penguatan Badan Usaha Milik Rukun Tetangga (BUMRT) berbasis kelurahan yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan sebagai upaya menekan angka pengangguran terbuka di Kota Samarinda.
Dorongan tersebut disampaikan Saefudin saat membuka Sosialisasi Integrasi BUMRT Tahun 2025 di Arutala Ballroom Kantor Bapperida Kota Samarinda pada Senin, 29 Desember 2025.
Kegiatan ini diinisiasi sebagai bagian dari strategi pemerintah daerah dalam memperkuat peran ekonomi kerakyatan di tingkat paling bawah.
Saefudin mengatakan, BUMRT selama ini telah tumbuh sebagai inovasi ekonomi masyarakat yang menopang usaha kecil di tingkat RT sekaligus mencerminkan semangat gotong royong warga.
Namun, kata dia, tantangan ketenagakerjaan menuntut BUMRT tidak hanya berfokus pada aktivitas ekonomi, melainkan juga berperan aktif dalam penyerapan tenaga kerja lokal.
Menurutnya, integrasi BUMRT dengan sektor ketenagakerjaan penting dilakukan karena persoalan pengangguran membutuhkan solusi yang dekat dengan masyarakat, adaptif, dan berbasis wilayah terkecil.
Dengan integrasi tersebut, BUMRT diharapkan mampu menjadi instrumen pembangunan manusia yang lebih menyeluruh.
Pemkot Samarinda, lanjut Saefudin, ingin menjadikan BUMRT sebagai wadah penampungan sementara maupun permanen bagi pencari kerja, khususnya lulusan SMA dan SMK.
Selain itu, BUMRT juga diarahkan menjadi sarana peningkatan kompetensi, pengembangan usaha, serta jembatan menuju dunia kerja formal maupun wirausaha mandiri.
Dia menegaskan, kebijakan ini tidak bertujuan membentuk BUMRT baru, melainkan memperkuat BUMRT yang sudah ada melalui penambahan fungsi ketenagakerjaan.
Dalam pelaksanaannya, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Samarinda akan berperan sebagai pendamping, mulai dari fasilitasi pelatihan berbasis kompetensi, penguatan tata kelola, hingga membuka akses penempatan kerja.
“Warga yang mencari kerja tidak boleh dibiarkan menunggu dalam ketidakpastian. Mereka harus diarahkan dan diberdayakan melalui BUMRT di wilayahnya masing-masing,” ujarnya.
Saefudin juga menekankan pentingnya sinergi lintas perangkat daerah, kecamatan, kelurahan, RT, dunia usaha, dunia industri, serta pemangku kepentingan lainnya agar program ini berjalan optimal.
Karena itu, dia berharap sosialisasi tersebut menjadi ajang penyamaan persepsi dan penguatan komitmen bersama.
Program integrasi BUMRT dan ketenagakerjaan ini, kata Saefudin, sejalan dengan arah pembangunan Kota Samarinda periode 2025–2029, khususnya dalam upaya melanjutkan penguatan BUMRT dan menurunkan angka pengangguran secara inklusif dan berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Disnaker Kota Samarinda, Yuyum Puspitaningrum menyampaikan bahwa persoalan ketenagakerjaan membutuhkan penanganan terpadu.
Sosialisasi ini diikuti sekitar 200 peserta yang terdiri dari perangkat daerah dan pemangku kepentingan terkait.
“BUMRT diharapkan tidak hanya berorientasi pada usaha ekonomi, tetapi juga menjadi wadah pembinaan, peningkatan kompetensi, serta jembatan transisi menuju dunia kerja dan wirausaha,” tutur Yuyum. (sam/ute)
![]()












