TENGGARONG, KASAKKUSUK.com – Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud bersama Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji kembali melakukan kunjungan kerja ke wilayah utara Kaltim melalui jalur pesisir Anggana–Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kota Bontang hingga Kabupaten Kutai Timur.
Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan pembangunan infrastruktur jalan berjalan sesuai target. Dalam peninjauan di Bundaran Simpang Lima Muara Badak, Gubernur Rudy Mas’ud mengapresiasi hasil pelebaran dan rekonstruksi jalan sepanjang sekitar 900 meter dengan lebar mencapai 14 meter.
Dia menegaskan, pembangunan infrastruktur jalan menjadi kunci peningkatan konektivitas dan pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir.
“Jalan yang kita bangun ini untuk meningkatkan aksesibilitas warga, memperlancar distribusi barang, orang, dan logistik. Wilayah pesisir punya potensi besar, terutama perikanan dan kelautan, sehingga harus ditunjang infrastruktur transportasi yang layak dan terintegrasi antar kabupaten dan kota,” ujar Gubernur Rudy Mas’ud pada Selasa, 23 Desember 2025.
Pada kesempatan itu, Gubernur Rudy juga menyoroti masih adanya ruas jalan yang berstatus kewenangan pemerintah kabupaten maupun badan usaha, seperti di kawasan pipa Pertamina Muara Badak, yang belum tertangani optimal.
Karena itu, dia meminta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan instansi terkait segera berkoordinasi agar penanganan jalan vital tersebut tidak berlarut-larut.
“Jalan ini sangat penting bagi masyarakat. Tidak boleh dibiarkan rusak apalagi tidak bisa dilewati. Segera koordinasi, bila memungkinkan biar provinsi yang menangani,” tutur politikus Partai Golkar ini.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kaltim, AM Fitra Firnanda mengatakan pembangunan jalan di wilayah pesisir meliputi ruas jalan Samarinda–Anggana satu paket dan ruas jalan Muara Badak–Batas Bontang sebanyak lima paket kegiatan.
“Tiga paket dibiayai APBD murni untuk rekonstruksi rigid pavement sepanjang 11 kilometer dengan nilai kontrak total Rp120 miliar. Dua paket lainnya melalui APBD Perubahan dengan nilai kontrak Rp60 miliar untuk pelebaran beton Fc 20 dan overlay aspal,” beber Fitra.
Adapun ruas jalan Samarinda-Anggana dilakukan pelebaran jalan beton dan aspal sepanjang lebih dari 1,73 kilometer dengan nilai kontrak Rp4,7 miliar.
Seluruh paket kegiatan ditargetkan rampung hingga 31 Desember, meski terdapat kemungkinan perpanjangan kontrak hingga 2026 melalui APBD Perubahan.
Rangkaian kunjungan kerja dilanjutkan ke Kota Bontang. Gubernur Rudy Mas’ud bersama Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji meninjau pembangunan waduk atau bendung pengendali (Bendali) Kanaan dan kawasan Bendali Soekarno-Hatta Bontang.
Dalam kunjungan itu juga diikuti Anggota Komisi VI DPR RI, Sarifah Suraidah Rudy Mas’ud; istri Wakil Gubernur Kaltim, Wahyu Seno Aji; Asisten Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setdaprov Kaltim, Ujang Rachmad; serta sejumlah pimpinan perangkat daerah Pemprov Kaltim.
![]()












