DaerahEkonomiNusantaraRagam

TPID Samarinda Siapkan Operasi Pasar Murah Jelang Nataru

SAMARINDA, KASAKKUSUK.com – Pemerintah Kota Samarinda melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) memperkuat langkah pengendalian inflasi menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.

Adapun langkah konkret disiapkan adalah pelaksanaan Operasi Pasar Murah (OPM) pada 24 Desember 2025 di sejumlah titik di Kota Samarinda.

Hal tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi internal terbatas TPID Kota Samarinda yang digelar di Ruang Rapat Wakil Wali Kota Samarinda, Kompleks PKK Samarinda, Jalan S. Parman pada Senin, 22 Desember 2025.

Rapat dipimpin Kepala Bagian Perekonomian Setkot Samarinda, Nadya Turisna, dan diikuti lintas perangkat daerah sebagai tindak lanjut dari Rakornas Pengendalian Inflasi sebelumnya diikuti TPID Kota Samarinda secara virtual dan dipimpin Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri RI, Komjen Pol. Tomsi Tohir bersama jajaran pemerintah provinsi serta kabupaten dan kota se-Indonesia.

Pembahasan difokuskan pada kesiapsiagaan daerah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, di tengah potensi tekanan inflasi akibat faktor cuaca dan meningkatnya permintaan masyarakat.

Berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri RI, sejumlah daerah tercatat mengalami kenaikan inflasi cukup signifikan, seperti Kabupaten Jeneponto, Kabupaten Takalar, dan Kota Kediri.

Kondisi ini turut memengaruhi Indeks Perkiraan Harga (IPH) nasional pada Minggu III Desember 2025, dengan mayoritas daerah mengalami kenaikan harga bawang merah dan cabai rawit.

Di Kota Samarinda, laporan Dinas Perdagangan menunjukkan adanya fluktuasi harga pada sejumlah komoditas strategis.

Harga bawang merah tercatat naik dari Rp51 ribu per kilogram pada Minggu I Desember menjadi Rp54.300 per kilogram pada Minggu II, sebelum turun tipis menjadi Rp53.600 per kilogram pada Minggu III. Sementara itu, harga cabai rawit merah pada Minggu III mencapai Rp63 ribu per kilogram.

Sebaliknya, harga ikan tongkol terpantau mengalami penurunan hingga Rp25 ribu per kilogram, sedangkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) relatif stabil.

Dalam arahannya pada rakor nasional, Sekjen Kemendagri Tomsi Tohir menekankan pentingnya pemutakhiran data harga secara berkala melalui inspeksi mendadak ke pasar dan distributor, serta pengawasan agar tidak terjadi penahanan barang yang berpotensi memicu lonjakan harga.

Dia menilai curah hujan tinggi, momentum Natal dan Tahun Baru, serta persiapan menuju Ramadan dan Idulfitri harus diantisipasi sejak dini.

Berdasarkan data Kemendagri, inflasi tahunan (year-on-year) Kota Samarinda per November 2025 tercatat sebesar 2,10 persen dari 150 pemerintah daerah yang dipantau.

Menindaklanjuti dinamika itu, TPID Kota Samarinda meningkatkan intensitas pemantauan harga dan ketersediaan stok di lapangan, serta merencanakan pelaksanaan Operasi Pasar Murah sebagai upaya menekan potensi lonjakan harga dan menjaga daya beli masyarakat menjelang perayaan Nataru. (sam/ute)

Loading

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

error: