DaerahKorporasiRagam

Sertifikasi Satpam Gada Pratama Digelar, Perkuat SDM Pengamanan di Kutai Timur 

SANGATTA, KASAKKUSUK.com -Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP) PT Tri Setia Nawasena menggelar Sertifikasi Kompetensi Satuan Pengamanan (Satpam) Tingkat Gada Pratama berlangsung di Q Hotel Sangatta pada Selasa, 16 Desember 2025.

Kegiatan ini digelar sebagai upaya meningkatkan kualitas dan profesionalisme tenaga pengamanan di Kabupaten Kutai Timur.

Sertifikasi tersebut dilaksanakan berdasarkan standar Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) serta mengacu pada ketentuan Polri dan Kementerian Ketenagakerjaan, guna memastikan satpam memiliki kompetensi resmi dan legal dalam menjalankan tugas pengamanan.

Direktur PT Tri Setia Nawasena, Galih mengemukakan bahwa sertifikasi merupakan kewajiban bagi satpam sebagaimana diatur dalam Peraturan Polri Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pengamanan Swakarsa.

Dalam regulasi itu, satpam diwajibkan mengikuti pendidikan dasar dan uji kompetensi sebagai syarat menjalankan fungsi kepolisian terbatas.

“Sertifikasi BNSP bukan lagi sekadar peningkatan kemampuan, tetapi sudah menjadi syarat legal dan profesional yang wajib dimiliki setiap satpam,” tutur Galih.

Dia bilang kewajiban tersebut juga diperkuat oleh Permenaker Nomor 2 Tahun 2022 tentang Sertifikasi Kompetensi Kerja. Regulasi ini mewajibkan tenaga kerja pada jabatan tertentu, termasuk satpam, memiliki sertifikat kompetensi yang diakui negara melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) berlisensi BNSP.

Menurutnya, kebutuhan satpam tersertifikasi di Kutai Timur terus meningkat, terutama di sektor pertambangan, perkebunan, konstruksi, hingga jasa keamanan.

Karena itu, kata dia, sertifikasi ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan industri sekaligus membuka peluang kerja bagi masyarakat lokal.

“Perusahaan kini menuntut satpam yang profesional dan bersertifikat. Melalui program ini, kami ingin memastikan SDM pengamanan di Kutim benar-benar memenuhi standar nasional,” beber Galih.

Sertifikasi Gada Pratama ini membekali peserta dengan kompetensi dasar seperti Turjawali (pengaturan, penjagaan, pengawalan, dan patroli), penanganan insiden, etika profesi, observasi, serta komunikasi operasional. Pelatihan dan uji kompetensi dilakukan oleh instruktur dan asesor berlisensi BNSP.

Perwakilan ABUJAPI, Tri Mulya menjelaskan bahwa sertifikasi profesi satpam memiliki nilai strategis karena sertifikat BNSP diakui secara nasional hingga internasional. Dia menyebutkan adanya kerja sama pengiriman tenaga satpam ke luar negeri, termasuk Jepang.

“Profesi satpam kini makin diminati dan tantangannya juga semakin kompleks. Sertifikasi ini penting agar satpam siap menghadapi kondisi lapangan,” ujar Tri Mulya.

Sementara itu, KBO Satbinmas Polres Kutai Timur, Iptu Ngatiyo mengingatkan peserta agar mengikuti sertifikasi dengan serius dan mampu menerapkan kompetensi yang diperoleh untuk mendukung tugas-tugas kepolisian di lapangan.

Hal senada disampaikan Manajer PDAM Tirta Tuah Benua Kutai Timur, Noor Hadi menilai sertifikasi satpam sangat dibutuhkan oleh pengguna jasa.

Dia menyebutkan PDAM TTB memprioritaskan tenaga keamanan yang telah tersertifikasi dan berharap ke depan satpam juga dibekali kompetensi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

“Selain kemampuan pengamanan, pengetahuan K3 juga penting agar satpam mampu menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat,” ungkapnya. (eq/ute)

Loading

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

error: