KALIORANG, KASAKKUSUK.com – SMK Bukit Makmur menjadi “magnet” sebagai pusat pendidikan menengah kejuruan terbesar di Kecamatan Kaliorang. Bahkan sekolah ini satu-satunya yang menampung siswa dari Kecamatan Kaubun, Desa Pengadan Kecamatan Karangan.
Dengan jumlah peminat yang terus meningkat setiap tahun, kebutuhan akan sekolah menengah tambahan dinilai semakin mendesak oleh pemerintah desa.
Kondisi ini disampaikan Kepala Desa Bukit Makmur, Adventus Eko Lenama saat dihubungi KASAKKUSUK.com pada Minggu, 16 November 2025.
Dia menyebutkan perkembangan pendidikan di wilayahnya perlu segera mendapatkan penyeimbang. “Kami punya SMK, ini satu-satunya SMK yang ada di Kecamatan Kaliorang. Bahkan wilayah muridnya sampai di Kaubun, Pengadan, Karangan,” ujar Adventus.
Dia bilang banyaknya jurusan yang tersedia telah membuat SMK tersebut diminati masyarakat dari berbagai kecamatan. Tingginya jumlah siswa, kata dia, sempat membuat SMK Bukit Makmur mengalami kekurangan ruang kelas baru (RKB).
Namun permasalahan tersebut berangsur membaik setelah pemerintah provinsi memberikan bantuan pembangunan RKB dalam beberapa tahun terakhir. “SMK ini pun memiliki kendala yang sama, yaitu ruang kelas baru. Tapi alhamdulillah beberapa tahun ini memperoleh bantuan dari provinsi,” jelas Adventus.
Dengan tambahan ruang kelas, kapasitas sekolah kini sudah mencukupi untuk menampung seluruh siswa baru. Kondisi ini dianggap sangat membantu, mengingat SMK Bukit Makmur selama ini menjadi pilihan utama para lulusan SMP.
Meski begitu, Adventus menilai upaya memenuhi kebutuhan pendidikan belum sepenuhnya terpenuhi. “Tetap harus ada penyeimbang terhadap SMK ini, baik itu SMA ataupun SMK dengan jurusan-jurusan yang berbeda,” ujar Adventus.
Dia menilai wilayah Desa Bukit Makmur yang luas serta pertumbuhan jumlah penduduk membuat kebutuhan akan sekolah menengah atas tambahan sangat mendesak. “Warga saya banyak, jadi anak-anak juga banyak terus bertambah setiap harinya,” tegasnya.
Keberadaan SMK Bukit Makmur dinilainya strategis karena menawarkan berbagai jurusan yang dapat mengakomodasi minat siswa sebelum terjun ke dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan tinggi.
Namun kebutuhan tenaga terampil di wilayah sekitar, terutama yang dekat dengan area pertambangan menjadikan penambahan jurusan baru, seperti kesehatan dan pertambangan, perlu untuk dipertimbangkan. “Mungkin SMK Kesehatan, Pertambangan, kira-kira seperti itu,” tambah Adventus.
Karena itu, pihaknya berharap agar Pemprov Kaltim dan Pemkab Kutai Timur terus mendukung pengembangan fasilitas pendidikan di Kaliorang. Selain pembentukan sekolah baru, lanjut dia, bantuan pembangunan ruang kelas juga masih diharapkan dapat berlanjut. “Kami ingin fasilitas pendidikan ini tetap terjaga agar anak-anak bisa belajar dengan nyaman,” tuturnya.
Dengan peran penting SMK Bukit Makmur sebagai pusat pendidikan kejuruan di kecamatan, pihaknya menilai bahwa penambahan sekolah menengah lain merupakan langkah strategis guna memperkuat pemerataan akses pendidikan serta menjawab kebutuhan tenaga terampil di masa depan. “Kami ingin memaksimalkan potensi yang ada demi masa depan anak-anak kami,” paparnya. (adv/ute)
![]()












