DaerahDiskominfo Kutai TimurEdukasiNusantaraRagam

Atasi Kekurangan, DPPKB Bakal  Suplai Alat Kontrasepsi dari APBD

SANGATTA, KASAKKUSUK.com – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Kutai Timur berencana menyuplai alat kontrasepsi dari APBD Kutai Timur.

Hal tersebut untuk mengatasi kekurangan persediaan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat yang tidak terpenuhi dari suplai Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

Kepala DPPKB Kutai Timur, Ahmad Junaidi mengatakan pelayanan KB di daerahnya saat ini masih mengandalkan suplai alat kontrasepsi dari BKKBN. Berbagai jenis alat kontrasepsi digunakan antara lain implan, pil, suntik, dan kontrasepsi lainnya termasuk vasektomi.

Dalam rencana strategis dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah RKPD ke depan, pihaknya akan menyuplai alat kontrasepsi melalui APBD Kutai Timur jika peminatnya banyak tapi persediaan kurang.

“Kalau memang ini dirasa kurang tapi banyak masyarakat berminat maka tentu kita suplai dari APBD,” ucap Ahmad Junaidi kepada wartawan di ruang kerjanya belum lama ini.

Menurutnya langkah ini diambil untuk mencegah terjadinya kekurangan suplai alat kontrasepsi ketika permintaan masyarakat tinggi namun suplai dari BKKBN tak mencukupi.

Mengenai digitalisasi pelayanan, dia menyebutkan saat ini belum ada. Seluruh pelayanan KB masih dilakukan secara langsung kepada masyarakat membutuhkan.

Dia juga mengaku adanya resistensi dari sebagian masyarakat terhadap program KB. Karena itu, dia menyiapkan strategi inovatif untuk mengatasinya.

Dia juga berencana menghadirkan sejumlah tokoh agama memahami hukum untuk berbicara di podcast “Bangga Kencana” milik DPPKB Kutai Timur.

“Yang menolak juga ada, yang mau juga ada. Alasannya berbagai macam, salah satunya karena dianggap bertentangan dengan hukum agama,” ungkapnya.

Ahmad Junaidi menekankan para tokoh agama nantinya akan berbicara di podcast menjelaskan dari segi hukum agama sebenarnya tidak melarang KB. Program ini hanya bertujuan memberikan batasan agar jarak kelahiran anak terukur dan teratur dengan baik.

“Supaya gizinya bisa seimbang, pendidikannya bisa juga terukur dengan baik. Kalau anak terlalu banyak, kadang-kadang kesehatannya akan berpengaruh, termasuk kesehatan ibunya,” paparnya. (qi/ute)

Loading

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

error: