SANGATTA, KASAKKUSUK.com – Warga di sejumlah desa di Kecamatan Sandaran Kabupaten Kutai Timur kini mulai mengembangkan sistem pertanian modern, meski sebagian besar masih mengandalkan tadah hujan. Karena itu diperlukan dukungan dinas terkait untuk pengembangan lebih lanjut.
Demikian diungkapkan Anggota DPRD Kutai Timur, Solaiman kepada wartawan pada Kamis, 11 September 2025.
Dia mengaku, sejumlah desa yang berdampingan seperti Tanjung Manis, Perupuk, Susuk Luar, dan Susuk Dalam menunjukkan perkembangan berbeda. Desa Perupuk sudah menerapkan sistem modern dengan panen dua kali setahun.
“Di Susuk Dalam sudah mulai ada persawahannya, begitu juga di daerah dalam lainnya. Tapi irigasinya belum ada, jadi persawahan tetap menggunakan tadah hujan,” ucap politikus Partai Demokrat dari daerah pemilihan (Dapil) Kutai Timur V meliputi lima kecamatan yakni Sandaran, Sangkulirang, Kaliorang, Kaubun, dan Karangan.
Dia menekankan perlunya peran instansi terkait untuk turun tangan dalam pengembangan pertanian modern. Dia berharap program irigasi dapat direalisasikan pada tahun 2026 untuk mendukung produktivitas petani.
Dikemukakan pula sebagian besar petani di wilayah itu merupakan pendatang dan menggunakan teknik pertanian lebih maju dibanding penduduk asli.
Fenomena ini, kata dia, justru mendorong warga asli untuk mengikuti pola yang sama. Karena itu menurutnya diperlukan dukungan edukasi oleh instansi terkait mengenai pertanian di wilayah tersebut.
Dia juga mengungkap satu fakta miris. Desa Manubar merupakan ibu kota Kecamatan Sandaran hingga kini belum memiliki kantor desa.
Usulan pembangunan kantor desa, menurutnya, sudah masuk dalam Musrenbang namun belum ada realisasi. Kondisi ini kontras dengan status Manubar sebagai pusat pemerintahan kecamatan.
Selain kantor desa, warga juga mengusulkan pengembangan wisata pantai indah di wilayah tersebut, meski terkendala masalah abrasi pantai yang belum tertangani.
“Di sana sampai sekarang kantor desa pun tidak ada. Padahal itu ibukota kecamatan. Manubar itu ibukota Kecamatan Sandaran. Ini miris juga,” beber Solaiman. (qi/ute)
![]()












