Polri-Bulog Luncurkan Gerakan Pangan Murah, Realisasikan 8 Ribu Ton Beras SPHP
JAKARTA, KASAKKUSUK.com – Polri dan Perum Bulog bersinergi meluncurkan Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak pekan depan sebagai respons atas temuan harga beras di berbagai daerah yang masih melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET).
Hal ini ditegaskan dalam rapat persiapan dipimpin Irwasum Polri, Komjen Pol. Dedi Prasetyo di Mabes Polri pada Kamis, 7 Agustus 2025.
Kegiatan ini dihadiri Dirut Bulog, Mayjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani serta jajaran Polda/Polres melalui daring.
Dedi Prasetyo mengingatkan pentingnya aksi nyata. Dari target 1,3 juta ton beras Stabilitas Pasokan Harga Pangan (SPHP) tahun ini, kata dia, realisasi baru 8 ribu ton.
“Fungsi Binmas sebagai leading sector wajib memastikan data stok akurat, koordinasi intensif dengan Bulog, dan penyaluran tepat sasaran.” ujar Dedi Prasetyo
Gerakan ini, lanjut Dedi, akan dilombakan antar satuan wilayah – dan yang terpenting jangan sampai terjadi penyelewengan.
Direktur Utama Perum Bulog, Mayor Jenderal TNI Ahmad Rizal Ramdhan menyambut kolaborasi strategis ini.
“Dukungan Polri meningkatkan kapasitas distribusi kami. Kami siapkan 1.514 gudang berkapasitas 3,7 juta ton dan fasilitas tunda bayar 7 hari untuk Koperasi Polri (Primkoppol) sebagai mitra penyalu,” tutur Mayor Jenderal TNI Ahmad Rizal Ramdhan.
Penyaluran beras SPHP akan dilakukan melalui dua skema: langsung satuan wilayah ke Bulog atau melalui Koperasi Merah putih, Primkoppol atau koperasi lainnya dengan batas beli per konsumen maksimal 10 kg, kecuali daerah 3T, Maluku, dan Papua yang menggunakan kemasan 50 kg. Seluruh proses wajib patuhi HET zonasi dan dilarang dijual kembali.
“Digitalisasi distribusi dijamin melalui aplikasi Klik SPHP yang mengintegrasikan pengajuan, pembayaran, hingga pelaporan dalam 8 tahap, dengan harga jual wajib di bawah HET dan input data pembeli.” tegas Ahmad Rizal.
Pengawasan ketat melibatkan Bhabinkamtibmas Polsek untuk sosialisasi dan pemantauan lapangan, serta Tim Pemantau Gabungan meliputi Bulog, Polri, Pemda, dan Bapanas yang mengevaluasi harian lewat aplikasi.
Deputi I Badan Pangan Nasional menegaskan, pastikan beras berkualitas, stok stabil, dan manfaat langsung dirasakan masyarakat. Publikasikan capaian GPM sebagai bukti peran Polri menjaga stabilitas pangan.
Sementara Dirtipideksus Bareskrim mengingatkan pencegahan penyaluran ke ‘pemain besar’ melalui pendataan ketat dan pelaporan harian.
Masyarakat mendapat akses terbuka untuk berpartisipasi melaporkan penyimpangan via Hotline 110 atau aplikasi Klik SPHP. Satgas SPHP Polri yang dipimpin Kakorbinmas akan merekap harian pencapaian target, dengan sanksi tegas bagi pelanggar HET maupun mitra tidak resmi. (*/ute)
Sumber: Divisi Humas Polri
![]()


Leave a Reply