KUTAI TIMUR – Generasi milenial sebagai calon tulang punggung negara harus mempunyai semangat dan jiwa kepahlawanan. Selain itu, milenial juga harus memiliki idealisme dalam berpikir dan bersikap, mempunyai sikap rela berjuang dan berkorban. Hal tersebut sangat diperlukan dalam membangun bangsa dan negara kearah yang lebih baik lagi kedepannya.
Memahami dan mengamalkan pancasila juga menjadi salah satu hal yang harus dilakukan oleh para pemuda di Kutim sehingga dalam pembangunan yang dilakukan kedepannya oleh para calon pemimpin bangsa tersebut, bangsa Indonesia tidak kehilangan jati diri dan terseret arus modernisasi yang tidak sesuai dengan kebudayaan dan semangat yang dibangun oleh para pejuang kemerdekaan. Pemuda juga diharapkan mengedepankan pembelaannya kepada kelompok yang lemah (mustad’afin). Sebagai bentuk peneladanan akan semangat juang dan patriotisme para pahlawan kemerdekaan RI
Hal tersebut diutarakan oleh anggota DPRD Kutim, Hephnie Armansyah dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) saat dikonfirmasi terkait pentingnya peneladanan sikap para pahlawan bagi millenial di Kutim dalam mengisi pembangunan dan menjalankan tugas sebagai tulang punggung negara kedepannya.
“Peneladanan sikap para pahlawan dapat lebih meningkatkan rasa cinta tanah air dan juga jiwa patriotisme generasi muda, dan itu yang saya harapkan dapat benar-benar dipupuk oleh pemuda di Kutim,” ujarnya.
Dirinya juga menjelaskan bahwa semangat berjuang dan rela berkorban sebagaimana dicontohkan oleh para pahlawan yang merupakan founding father bangsa ini, tidak datang tiba-tiba. Namun harus dilalui. Semua itu harus didasari oleh pendidikan, pergaulan, bahkan hingga pengkaderan yang baik terhadap pemuda.
“Rela berjuang dan berkorban adalah cermin dari idealisme pemuda yang harus terus dipupuk ditengah pesatnya arus keterbukaan informasi yang dapat merusak nilai kecintaan terhadap tanah air,” imbuhnya.
Disamping itu, dirinya juga berharap kepada para pemuda untuk menjadikan nilai-nilai kebangsaan dan kepahlawanan para pejuang kemerdekaan sebagai bahan renungan yang mendalam.
“Menjadi pemuda yang idealis itu keharusan untuk menjadikan bangsa kita kedepannya menjadi bangsa yang inovatif, kuat dan tangguh,” tegasnya. (Adv-DPRD/Q)
![]()












