Korsleting Listrik Diduga Picu Kebakaran Tiga Rumah di Harapan Baru Samarinda
SAMARINDA, KASAKKUSUK.com – Kebakaran menghanguskan tiga rumah tinggal di kawasan permukiman Jalan Cipto Mangunkusumo, Gang Tutup, RT 09, Kelurahan Harapan Baru, Kecamatan Loa Janan Ilir, Samarinda pada Minggu sore, 18 Oktober 2026. Peristiwa tersebut berdampak pada tiga kepala keluarga (KK) dengan total 12 jiwa.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Samarinda, Hendra AH menjelaskan, laporan kebakaran diterima Pusat Komunikasi (Puskom) pada pukul 16.27 WITA. Regu 2 kemudian dikerahkan untuk melakukan penanganan di lokasi kejadian.
“Berdasarkan data sementara, musibah ini berdampak pada tiga kepala keluarga (KK) dengan total 12 jiwa kehilangan tempat tinggal,” ungkap Hendra.
Tak ada korban jiwa maupun laporan korban luka-luka dalam peristiwa tersebut. Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan kepolisian. Dugaan awal mengarah pada korsleting atau arus pendek listrik.
Petugas pemadam kebakaran bergerak cepat setelah menerima laporan. Armada diberangkatkan pada pukul 16.30 WITA dan tiba di tempat kejadian perkara (TKP) dua menit kemudian, yakni pukul 16.32 WITA.
Operasi pemadaman dimulai pukul 16.33 WITA dan berakhir sekitar pukul 17.30 WITA. Penanganan berlangsung selama kurang lebih satu jam, termasuk upaya memastikan api tidak kembali menyala.
Hendra menyebutkan, pihaknya mengerahkan enam unit kendaraan Disdamkarmat dan 16 personel gabungan dari Posko 5 dan Posko 9. Pemadaman juga mendapat dukungan dari Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar), pemadam kebakaran swasta, serta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Berdasarkan pendataan sementara, kebakaran terjadi di kawasan perumahan kampung dengan perkiraan luas area terdampak sekitar 15 x 30 meter. Angka tersebut merupakan perkiraan luas area, bukan keterangan mengenai luas bangunan yang seluruhnya terbakar.
Sejumlah unsur turut membantu penanganan di lokasi, antara lain Polsek Samarinda Seberang, Satlantas Polresta Samarinda, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Patroli Beat 110, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan.
Dukungan juga datang dari unsur kesehatan dan kemanusiaan, termasuk PMI Kaltim, Samarinda Siaga 112, serta Emergency Medical Team.
Kolaborasi lintas instansi tersebut mendukung kelancaran proses pemadaman dan penanganan di kawasan permukiman yang terdampak.
Hingga berita ini ditulis, korsleting listrik masih menjadi dugaan awal penyebab kebakaran. Namun, penyebab pasti belum dapat dipastikan dan masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut dari kepolisian.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk memeriksa kondisi instalasi listrik secara berkala, terutama pada bangunan permukiman padat penduduk, guna mengurangi risiko kebakaran.
Sementara itu, pendataan dampak kebakaran terhadap tiga keluarga yang terdampak menjadi bagian dari penanganan lanjutan setelah operasi pemadaman selesai. (mn/ute)
www.kasakkusuk.com
![]()


Leave a Reply