Widyaiswara BPSDM Kaltim Yoyok Setio Raih Doktor, Siap Berkontribusi Bagi Pembangunan Daerah

SAMARINDA, KASAKKUSUK.com – Widyaiswara Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kalimantan Timur, Yoyok Setio Langgeng resmi meraih gelar doktor Ilmu Ekonomi dari Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda dengan predikat cumlaude dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 4,00.

Gelar tersebut diraih setelah Yoyok berhasil mempertahankan disertasinya dalam ujian terbuka promosi doktor di Program Studi Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unmul pada Kamis, 1 Oktober 2026.

Keberhasilan ini menambah jumlah widyaiswara bergelar doktor di BPSDM Kaltim menjadi lima orang. Yoyok mengangkat penelitian tentang pembentukan modal, penyerapan tenaga kerja, pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, dan kesejahteraan sosial ekonomi sebagai hasil pembangunan di Kalimantan Timur.

Usai dinyatakan lulus, Yoyok berharap ilmu yang diperolehnya selama menempuh pendidikan doktoral dapat memberikan manfaat nyata bagi pembangunan daerah, terutama dalam peningkatan kualitas sumberdaya manusia.

“Doakan ilmu saya bisa bermanfaat dan saya dapat bekerja lebih baik lagi. Dapat berbagi ilmu dengan orang lain, serta bisa memberikan kontribusi nyata bagi daerah, khususnya dalam pembangunan dan kualitas sumber daya manusia di Kalimantan Timur,” kata Yoyok.

Dia juga berkomitmen untuk terus mengembangkan diri dan membagikan pengetahuan yang dimiliki.

“Saya ingin terus belajar, tetap rendah hati, dan semoga apa yang saya lakukan bisa memberikan manfaat bagi banyak orang,” ujarnya.

Adapun disertasi yang dipertahankan Yoyok berjudul “Pengaruh Pembentukan Modal dan Penyerapan Tenaga Kerja terhadap Pertumbuhan Ekonomi dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan dengan Kesejahteraan Sosial Ekonomi sebagai Outcome Pembangunan di Kalimantan Timur.”

Penelitian tersebut disusun di bawah bimbingan promotor Prof. Dr. Eny Rochaida, S.E., M.Si., serta Ko-Promotor I Prof. Dr. Muhammad Saleh Mire, M.S. dan Ko-Promotor II Dr. Muliati, S.E., M.Sc.

Ujian terbuka berlangsung di Lantai 2, Ruang 32 Program Doktor Ilmu Ekonomi FEB Unmul. Sidang dipimpin Dekan FEB Unmul, Dr. Zainal Abidin, S.E., M.Si., dengan menghadirkan Ketua Program Studi Ilmu Ekonomi, Dr. Rachmad Budi Suharto, S.E., S.H., M.Si.

Pada kesempatan itu, Rachmad menyebut Yoyok sebagai mahasiswa pertama di antara rekan-rekan seangkatannya yang menjalani sidang terbuka pada Program Doktor Ilmu Ekonomi.

Dia berharap keberhasilan tersebut dapat memotivasi mahasiswa lain untuk segera menyelesaikan pendidikan doktoral mereka.

Pengujian juga melibatkan penguji eksternal Prof. Dr. Hadi Sasana, S.E., M.Si., Guru Besar FEB Universitas Diponegoro, Semarang, yang mengikuti sidang secara daring. Salah satu aspek yang mendapat perhatian adalah penjelasan mengenai novelty atau kebaruan temuan penelitian.

Selain promotor dan kedua ko-promotor, tim penguji terdiri atas Prof. Dr. Priyagus, S.E., dan Dr. Juliansyah Roy, S.E., M.Si., yang merupakan guru besar dan dosen di FEB Unmul.

Dua widyaiswara BPSDM Kaltim, yakni Dr. Jauhar Efendi, Widyaiswara Ahli Utama sekaligus Koordinator Widyaiswara, dan Dr. Sugeng Chairuddin juga mendapat kepercayaan sebagai penguji akademik.

Dalam sidang tersebut, Jauhar Efendi sempat menanyakan perasaan Yoyok saat menghadapi ujian terbuka, mengingat kesehariannya sebagai widyaiswara yang bertugas membimbing maupun menguji peserta pelatihan.

Yoyok mengakui dirinya sempat merasa gugup menjelang pelaksanaan ujian. “Jujur saya sedikit nervous, ketika sudah diputuskan jadwal ujian terbuka, ketika mempersiapkan sampai pada saat pelaksanaan ujian,” ungkap Yoyok.

Jauhar juga meminta Yoyok menyampaikan rekomendasi bagi Pemerintah Provinsi Kaltim, terutama di tengah penurunan dana transfer ke daerah (TKD) yang berpengaruh terhadap kemampuan pemerintah menjalankan berbagai program pembangunan.

Pertanyaan tersebut menjadi salah satu ruang bagi Yoyok untuk menghubungkan keilmuan yang diperolehnya dengan persoalan pembangunan daerah.

Sementara itu, Dr. Sugeng Chairuddin alumnus angkatan pertama Program Doktor Ilmu Ekonomi Unmul menyampaikan harapan agar Yoyok memperoleh kesempatan mengaplikasikan keilmuannya dalam pemerintahan daerah.

“Semoga kelak Saudara Yoyok oleh Gubernur Kaltim bisa mendapatkan kepercayaan promosi sebagai Kepala Biro Ekonomi, sehingga bisa menerapkan keilmuan yang diperoleh untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kaltim,” kata Sugeng.

Setelah berlangsung sekitar dua setengah jam, sidang terbuka dihentikan sementara selama 15 menit untuk musyawarah penetapan kelulusan.

Sidang kemudian dilanjutkan dengan pembacaan keputusan oleh pimpinan sidang. Zainal Abidin menyatakan Yoyok lulus dengan predikat cumlaude dan IPK 4,00.

“Setelah memperhatikan semua nilai komponen akademik dan memperhatikan ujian terbuka, maka Saudara promovendus, Yoyok Setio Langgeng, S.A.B., M.Si., dinyatakan lulus dan mulai hari ini berhak menyandang gelar Doktor, dengan predikat cumlaude dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 4,00,” tegas Zainal.

Dia menambahkan, Yoyok merupakan doktor ke-20 pada Program Studi Ilmu Ekonomi Unmul.

Keberhasilan Yoyok juga disambut dengan rasa syukur dan bangga oleh rekan-rekannya di BPSDM Kaltim. Jauhar Efendi menyebut selesainya pendidikan doktoral Yoyok juga ikut mempertahankan jumlah widyaiswara bergelar doktor di lingkungan tersebut sebanyak lima orang.

Sebelumnya, jumlah itu sempat berkurang setelah Dr. Bere Ali memasuki masa purnatugas sekitar dua tahun lalu.

Kepala BPSDM Kaltim Nina Dewi, yang mengakhiri masa pengabdiannya pada 30 September 2026 juga hadir dalam sidang terbuka tersebut. Hadir pula Sekretaris BPSDM Kaltim, Rina Kusharyanti serta para widyaiswara.

Pencapaian Yoyok menjadi bagian dari pengembangan kapasitas aparatur di lingkungan Pemerintah Provinsi Kaltim. Gelar doktor yang diraihnya diharapkan tidak berhenti sebagai pencapaian akademik, tapi juga menjadi bekal untuk memperkuat pembelajaran, pengembangan kompetensi aparatur, dan kontribusi terhadap pembangunan daerah. (mn/ute)

www.kasakkusuk.com

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: