SAMARINDA, KASAKKUSUK.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mematangkan rencana optimalisasi pengangkutan sampah berbasis Global Positioning System (GPS) guna meningkatkan efektivitas dan efisiensi layanan kebersihan. Merujuk wikipedia.org, GPS adalah sistem pemosisi global untuk menentukan letak di permukaan bumi dengan bantuan penyelarasan sinyal satelit.
Langkah tersebut dibahas dalam rapat koordinasi lintas perangkat daerah yang digelar di Ruang Rapat Kantor Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP) pada Rabu, 4 Februari 2026.
Rapat ini dihadiri Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Samarinda, serta anggota TWAP. Pembahasan difokuskan pada integrasi sistem pengangkutan sampah agar lebih terukur melalui pemanfaatan teknologi GPS.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH Kota Samarinda, Muhammad Taufiq Fajar mengungkapkan bahwa volume sampah di Kota Samarinda masih tergolong tinggi.
Dia menyebutkan, produksi sampah setiap harinya mencapai lebih dari 600 ton. Kondisi ini menuntut pengelolaan armada kebersihan yang semakin optimal.
Dia bilang, optimalisasi tak hanya bergantung pada kesiapan armada, tapi juga dukungan masyarakat. Warga diimbau membuang sampah ke Tempat Penampungan Sementara (TPS) pada malam hari, yakni pukul 18.00 hingga 06.00 WITA agar pengangkutan dapat berjalan lancar.
Taufiq menilai, penerapan sistem smart fleet menjadi kebutuhan mendesak. Sistem ini mengintegrasikan Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan (AI), dan telematika untuk memantau armada secara real-time, menganalisis perilaku pengemudi, hingga mendukung pemeliharaan prediktif dan efisiensi bahan bakar.
Sementara itu, Sekretaris Diskominfo Kota Samarinda, Suparmin menyampaikan dukungannya terhadap rencana tersebut yang sejalan dengan arahan Wali Kota Samarinda, Andi Harun.
Diskominfo, kata dia, akan mempelajari proses bisnis dan kebutuhan operasional DLH sebagai tahap awal implementasi.
“Diskusi teknis bersama DLH akan dilakukan, termasuk pendataan sumber daya manusia yang terlibat dalam pengelolaan kebersihan,” tutur Suparmin.
Selain itu, pemerintah kota juga akan menghitung kebutuhan anggaran serta fasilitas pendukung sebagai dasar penerapan sistem pengangkutan sampah berbasis GPS secara terintegrasi di Kota Samarinda. (sam/ute)
![]()












