BALIKPAPAN, KASAKKUSUK.com – Presiden RI, Prabowo Subianto meresmikan Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, kilang minyak terbesar di Indonesia pada Senin, 12 Januari 2026.
Peresmian berlangsung di halaman Kantor PT Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit V Balikpapan, Kaltim.
Kilang baru ini menandai beroperasinya kembali fasilitas pengolahan minyak Indonesia setelah 32 tahun tanpa pembangunan kilang baru.
Proyek RDMP Balikpapan dibangun selama enam tahun dengan nilai investasi mencapai USD 7,4 miliar atau setara Rp123 triliun dan berdiri di atas lahan seluas 80,64 hektare.
Melalui RDMP Balikpapan, kapasitas pengolahan kilang meningkat dari 260 ribu barel per hari menjadi 360 ribu barel per hari.
Operasionalnya diharapkan mampu menekan impor produk energi seperti gasoline, diesel, avtur, dan LPG dengan potensi penghematan hingga Rp68 triliun. Produk yang dihasilkan juga telah memenuhi standar emisi Euro V, meningkat signifikan dari sebelumnya Euro II.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan pentingnya peran RDMP Balikpapan dalam memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional.
Proyek ini menargetkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sebesar 35 persen serta menyerap tenaga kerja hingga 24 ribu orang.
“Selamat dan terima kasih kepada Pertamina dan Kementerian ESDM. Saya titip betul-betul, hasilkan Pertamina yang hebat, efisien, menjadi national champion dan kebanggaan seluruh bangsa,” tutur Prabowo.
Dia berharap dalam beberapa tahun ke depan Indonesia benar-benar mampu mencapai kemandirian energi melalui inovasi berkelanjutan. Selain mengoptimalkan sumur migas yang ada, pemerintah juga mendorong eksplorasi potensi sumur baru untuk meningkatkan produksi nasional.
Pengembangan teknologi mutakhir di RDMP Balikpapan juga menjadi bagian dari strategi menekan impor BBM. Kilang ini akan mengolah seluruh residu dari Kilang Balongan, Kilang Dumai, dan kilang lainnya menjadi produk bernilai tinggi dan lebih ramah lingkungan, sekaligus meningkatkan produksi gasoline, avtur, diesel, dan LPG.
Dia juga menekankan bahwa ketahanan energi tidak hanya bertumpu pada migas, tetapi juga pada optimalisasi sumber daya lain seperti sawit, batu bara, panas bumi, dan tenaga surya.
“Dengan kerja keras, saya yakin kita mampu mewujudkan Indonesia merdeka energi, mandiri di atas kaki sendiri,” ucap Prabowo.
Sementara itu, Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud menyambut gembira peresmian RDMP Balikpapan.
Dia bilang keberadaan kilang terbesar di Indonesia ini menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam mewujudkan kemandirian energi.
“Kita patut berbangga karena proses menuju kemandirian energi benar-benar diupayakan melalui pembangunan kilang baru di Balikpapan,” papar Rudy Mas’ud.
Dia juga menilai peresmian RDMP Balikpapan sebagai tonggak sejarah bangsa dalam perjuangan menuju swasembada energi.
“Ketahanan energi adalah kehormatan bangsa. Kalimantan Timur sangat mendukung perwujudan Asta Cita Presiden,” beber Rudy Mas’ud.
Peresmian RDMP Balikpapan turut dihadiri Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri, Komisaris Utama Pertamina Mochamad Iriawan, anggota DPR RI, pimpinan DPRD Kaltim, Forkopimda, Wali Kota Balikpapan Rahmat Mas’ud, serta sejumlah undangan lainnya. (adp/bp/ute)
![]()












