HUJAN deras mengguyur kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan sekitarnya pada Minggu dini hari, 11 Januari 2026.
Hal ini membawa dampak serius bagi warga Desa Sukaraja, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).
Luapan sungai yang tak terbendung merendam sebanyak 41 rumah warga dengan ketinggian air mencapai 80 sentimeter.
Air mulai memasuki permukiman warga sekitar pukul 04.00 WITA, tak lama setelah hujan lebat turun selama hampir satu jam.
Debit sungai yang meningkat drastis membuat alirannya meluap dan menggenangi sejumlah rumah di dua rukun tetangga yakni RT 24 dan RT 25.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU, Muhammad Sukadi Kuncoro mengatakan bahwa kondisi ini merupakan dampak langsung dari curah hujan tinggi yang terjadi sejak dini hari.
“Curah hujan yang tinggi mengakibatkan debit air sungai meningkat drastis hingga meluap ke permukiman warga,” tutur Kuncoro.
Dari data BPBD PPU, RT 25 menjadi wilayah yang paling terdampak. Sebanyak 34 rumah terendam, dengan 110 jiwa merasakan langsung dampak banjir. Sementara di RT 24, banjir menggenangi tujuh rumah dan berdampak pada 19 jiwa.
Ketinggian air di halaman rumah warga bervariasi antara 50 hingga 80 sentimeter. Air juga sempat masuk ke dalam rumah dengan ketinggian sekitar 10 hingga 15 sentimeter, memaksa sebagian warga melakukan evakuasi mandiri dan menyelamatkan barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi.
“Tim kami terus berada di lapangan untuk memantau kondisi dan memastikan evakuasi mandiri warga berjalan aman,” beber Kuncoro
Selain penanganan darurat, BPBD PPU juga menyiapkan langkah jangka panjang untuk mengurangi risiko banjir serupa terulang. Normalisasi sungai menjadi salah satu solusi yang tengah didorong, bekerja sama dengan Balai Wilayah Sungai (BWS).
Kuncoro bilang tahun ini BWS telah merencanakan normalisasi di sejumlah titik rawan banjir, antara lain Desa Sukaraja, Desa Tengin Baru, Desa Karang Jinawi, dan Desa Argo Mulyo. Meski demikian, masih terdapat beberapa lokasi krusial yang belum masuk dalam skema penanganan.
“Masih ada titik-titik seperti area Pasar Sukaraja dan Kelurahan Mentawir yang belum tertangani. Ini yang akan terus kami dorong agar segera mendapat perhatian,” ucap Kuncoro.
Memasuki siang hari, banjir di Desa Sukaraja dilaporkan mulai berangsur surut. Warga pun mulai membersihkan lumpur dan sisa genangan, meski tetap waspada terhadap kemungkinan hujan susulan.
BPBD PPU mengimbau masyarakat, khususnya di wilayah Sepaku, untuk tetap siaga dan mengamankan barang-barang berharga, mengingat potensi hujan masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan. (mn/ute)
![]()












