DaerahRagam

Andi Harun Tekankan Integritas Calon Dewas Perumda Tirta Kencana

SAMARINDA, KASAKKUSUK.com – Wali Kota Samarinda, Andi Harun menegaskan pentingnya integritas, kapasitas teknis, dan orientasi perbaikan tata kelola dalam wawancara akhir calon anggota Dewan Pengawas (dewas) Perumda Tirta Kencana Kota Samarinda sisa masa bakti 2024–2028.

Hal ini dilontarkan Andi Harun dalam kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Wali Kota, Lantai II Balai Kota Samarinda pada Selasa, 30 Desember 2025.

Wawancara dilakukan secara panel untuk mengefektifkan waktu sekaligus membandingkan kualitas tiga calon secara langsung.

Selain menilai substansi presentasi, tim penilai juga memperhatikan kemampuan manajemen waktu dan ketajaman analisis.

Tiga calon mengikuti tahapan ini yakni Rita Damayanti, S.E., Ak., M.Ak., CA., CGAA; Achmad Fauzi Irawan, S.T., M.Adm., K.P.; dan Hera Hermawan, S.STP.

Dalam arahannya, Andi Harun menyoroti tantangan strategis Perumda Tirta Kencana, khususnya persoalan Non-Revenue Water (NRW).

Dia menekankan pentingnya pemahaman menyeluruh terkait penyebab NRW, baik dari aspek teknis, administrasi, maupun tata kelola manajerial, agar kebijakan perbaikan yang diambil tepat sasaran.

Dia bilang, dewas Perumda Tirta Kencana Kota Samarinda harus mampu mengidentifikasi dan memetakan sumber permasalahan secara proporsional.

Pendekatan penanganan, baik pada kebocoran jaringan pipa maupun sistem penagihan, tidak dapat disamaratakan dan harus disesuaikan dengan tingkat urgensi serta dampaknya.

Selain aspek teknis, Wali Kota Andi Harun menegaskan peran Dewan Pengawas sebagai representasi pemerintah daerah yang dituntut profesional, objektif, dan berpihak pada kepentingan perusahaan serta pelayanan publik.

Jabatan dewas, kata dia, bukan simbol kehormatan, melainkan amanah dengan tanggung jawab besar terhadap keberlanjutan perusahaan.

Karena itu, dia memastikan seluruh proses seleksi berjalan objektif dan transparan. Jika telah diperoleh calon yang memenuhi seluruh parameter penilaian, maka akan ditetapkan satu orang sebagai dewas. Namun, apabila belum memenuhi kriteria, proses seleksi dapat dibuka kembali sesuai ketentuan.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri turut mempertajam wawancara dengan mengajukan pertanyaan strategis terkait peran konkret dewas dalam menurunkan tingkat kebocoran air NRW yang saat ini berada di kisaran 39–40 persen.

Dia menekankan bahwa dewas harus mampu memberikan arah kebijakan dan rekomendasi yang terukur kepada direksi, terutama dalam merancang dan mengawal program penurunan kebocoran.

Penilaian difokuskan pada kapasitas, realisme target, serta pemahaman calon terhadap tantangan riil Perumda Tirta Kencana.

Wawancara akhir ini menjadi tahapan penentu kualitas keterwakilan pemerintah daerah dalam struktur pengawasan Perumda Tirta Kencana ke depan.

Kegiatan ini juga dihadiri Asisten II Setda Kota Samarinda, Marnabas Patiroy; Kepala Bagian Perekonomian Setda Kota Samarinda, Nadya Turisna; serta Analis Kebijakan, Ahli Muda Ruslinawati. (sam/ute)

Loading

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

error: