SANGATTA, KASAKKUSUK.com –Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kutai Timur menyiapkan strategi kolaborasi dan kreativitas untuk menghadapi pengurangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2026 akibat kebijakan pemerintah pusat.
Kepala Bappeda Kutai Timur, Januar Bayu Irawan mengemukakan kondisi defisit anggaran menuntut seluruh perangkat daerah untuk lebih adaptif tanpa mengorbankan target pembangunan yang telah ditetapkan.
“Dengan kondisi defisit anggaran, pengurangan APBD dari pusat membuat kita harus selalu berkreasi bagaimana caranya mewujudkan apa yang diinginkan Bupati dan Wakil Bupati,” tutur Bayu kepada wartawan pada Kamis, 18 Desember 2025.
Dia bilang penurunan anggaran tak boleh menjadi alasan terhambatnya pembangunan daerah. Karena itu, Bappeda akan mengedepankan pendekatan kolaboratif dengan melibatkan berbagai pihak.
Sesuai arahan Bupati, Bappeda Kutim akan menggandeng seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), masyarakat, hingga pihak perusahaan. Bayu menilai pembangunan tidak bisa dijalankan secara parsial oleh satu instansi saja.
“Kesuksesan pembangunan daerah, khususnya di perencanaan, butuh kerja keroyokan. Tidak bisa one man show,” ucap Bayu.
Dia menambahkan, keterlibatan staf hingga pejabat di setiap SKPD menjadi kunci untuk menjawab tantangan pembangunan di tengah keterbatasan anggaran.
Adapun target utama Bappeda di bawah kepemimpinannya adalah mewujudkan visi Kutai Timur yang tangguh, berdaya saing, dan mandiri, sejalan dengan RPJMD serta 50 program prioritas Bupati dan Wakil Bupati.
“Ini kerja bersama dengan kondisi yang ada, supaya menjadi tim yang solid dan bisa berjuang mewujudkan pembangunan daerah di Kabupaten Kutai Timur,” papar Bayu. (eq/ute)
![]()












