DaerahTNI/POLRI

Doa Pagi Prajurit Kodim Peringati Hari Juang Kartika

EMBUN masih menempel di dedaunan pohon Ketapang, kala suara derap langkah prajurit TNI memasuki halaman markas Komando Daerah Militer (Kodim) 0909 Kutai Timur di kawasan Bukit Pelangi Sangatta, Kabupaten Kutai Timur.

Tepat di hari sakral, Jumat pagi, 12 Desember 2025, para serdadu berkumpul dalam sebuah masjid berukuran 8×8 meter di halaman Kodim. Mereka berkumpul untuk memanjat doa dalam memperingati Hari Juang Kartika dalam usianya ke-80 tahun.

Di dalam masjid Al Ikhlas, tampak Komandan Kodim 0909/Kutai Timur, Letkol ARH Ragil Setyo Yulianto duduk bersila memimpin doa.

Dengan suara yang tenang, dia memanjatkan doa bersama prajurit lainnya. Mereka duduk dengan formasi melingkar. Doa pun mengalir sederhana, sejauh tekad para prajurit menjaga negeri ini.

“Di usia ke-80 Hari Juang Kartika ini, kita memohon berkah dan keselamatan dalam mengemban tugas negara,” kata Ragil diikuti anggukan para prajurit yang duduk tanpa sekat pangkat.

Di sela lantunan doa, Ragil menyisipkan kalimat refleksi tentang tugas TNI AD. Bukan hanya menjaga teritorial, tapi juga hadir di daerah yang dilanda bencana.

“TNI AD tengah membantu pemerintah menanggulangi bencana di Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh. Kita di sini juga berharap musibah banjir di sejumlah wilayah di Kutai Timur segera berakhir,” katanya.

Ada nada empati dalam suara itu, mengingat banyak keluarga warga setempat yang masih berjibaku memulihkan rumah dan kehidupan mereka.

Tahun ini, Hari Juang Kartika mengusung tema “TNI AD Manunggal dengan Rakyat untuk Indonesia Bersatu, Berdaulat, Sejahtera dan Maju.”

Bagi Ragil, tema itu bukan sekadar slogan, melainkan pengingat bahwa keberadaan tentara selalu berpijak pada rakyat. “Doa bersama ini bentuk penghormatan kepada para pahlawan bangsa, sekaligus peneguhan diri agar nilai-nilai patriotisme tidak pudar,” ungkapnya.

Di sudut ruangan, sejumlah prajurit tampak menunduk khusyuk. Mungkin saja mereka membayangkan bagaimana para pejuang 80 tahun lalu bertempur tanpa fasilitas modern, hanya bermodalkan keberanian dan semangat cinta Tanah Air.

Doa itu seolah menjadi jembatan yang menghubungkan masa kini dengan sejarah panjang perjuangan Angkatan Darat.

Ragil menegaskan, Kodim siap bersinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat untuk menjaga keamanan wilayah.

“Hari Juang Kartika ke-80 ini menjadi bahan introspeksi agar kami terus memperbaiki diri dalam pengabdian,” tutur Ragil pagi itu.

Selain Dandim, tampak hadir pula jajaran perwira staf Kodim, Kapten Kav Muttaqin, Kapten Inf Arif Safardiyatno, Kapten Inf Suparmanto, Kapten Inf Eko Mujiarto bersama para personel lainnya. Mereka duduk sejajar tanpa jarak, seperti keluarga yang sedang memohon keteduhan bersama.

Ketika doa usai, para prajurit pun keluar dari masjid. Namun matahari tak juga menampakkan diri karena sembunyi di balik awan mendung.

Meski begitu, suasana hati mereka tampak tetap teduh. Mungkin karena pagi itu, di antara tugas dan disiplin, mereka menemukan ruang kecil untuk kembali mengingat bahwa menjadi prajurit bukan hanya tentang menjaga teritorial, tapi lebih dari itu juga menjaga nilai-nilai yang membuat wilayah itu layak dipertahankan. (ute)

Loading

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

error: