SANGATTA, KASAKKUSUK.com – Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman membuka rapat Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) se-Kutai Timur berlangsung di ruang Pelangi Hotel Royal Victoria Sangatta pada Kamis, 11 Desember 2025.
Kegiatan berlangsung selama dua hari itu, digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kutai Timur.
Kegiatan yang dibuka langsung oleh Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, ini menekankan pentingnya sinergi antarunsur pemerintahan dalam menghadapi dinamika sosial yang semakin kompleks.
Acara tersebut turut dihadiri Kapolres Kutai Timur AKBP Fauzan Arianto selaku narasumber, Kepala Badan Kesbangpol Kutim Tejo Yuwono, para Danramil, Danpossal, Kapolsek, Kapospol, serta seluruh camat se-Kabupaten Kutai Timur.
Dalam sambutannya, Bupati Ardiansyah menegaskan bahwa Forkopimcam memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di wilayah.
Ia menyoroti bahwa tantangan sosial yang muncul saat ini semakin beragam seiring perkembangan ekonomi, pertumbuhan penduduk, mobilitas masyarakat, hingga kemajuan teknologi informasi.
Kegiatan bertema “Strategi Forkopimcam dalam Deteksi Dini Kerawanan Sosial” ini diikuti sekitar 52 peserta. Mereka yang hadir di antaranya seluruh camat, Kapolsek, Kapolsubsektor, Kapospol, Koramil, Danpos dan Danposmat se-Kutai Timur.
“Pertemuan ini sangat strategis untuk memastikan stabilitas dan ketertiban masyarakat Kutai Timur agar tetap terjaga. Tema ‘Strategi Forkopimcam dalam Deteksi Dini Kerawanan Sosial’ sangat relevan, mengingat kompleksitas tantangan keamanan yang terus berkembang,” papar Bupati Ardiansyah Sulaiman.
Dia menekankan bahwa deteksi dini harus menjadi perhatian utama setiap Forkopimcam. Sebab kata dia, setiap potensi kerawanan sosial harus dapat teridentifikasi sejak awal melalui penguatan koordinasi di tingkat kecamatan hingga desa.
“Tidak ada kerawanan sosial yang muncul tanpa tanda-tanda awal. Tugas kita memastikan tanda-tanda itu tidak luput dari perhatian. Forkopimcam harus memperkuat komunikasi dengan desa dan kelurahan, memetakan wilayah rawan, serta mengoptimalkan sistem pelaporan cepat yang terintegrasi,” harap Ardiansyah.
Sedangkan Kapolres Kutai Timur AKBP Fauzan Arianto dalam paparannya juga menegaskan pentingnya kesiapsiagaan unsur keamanan di tingkat kecamatan.
Dia menegaskan Forkopimcam sebagai pilar utama dalam membangun respons cepat terhadap dinamika sosial yang dapat memicu gangguan kamtibmas.
“Forkopimcam adalah ujung tombak stabilitas daerah. Sinergi TNI, Polri, pemerintah kecamatan, dan seluruh pemangku kepentingan harus terus diperkuat agar potensi kerawanan bisa dicegah sebelum berkembang menjadi konflik terbuka,” ucap Kapolres Fauzan Arianto.
Tak cuma itu, dia juga mengingatkan bahwa penguatan kolaborasi lintas sektor sangat diperlukan, terutama dalam menghadapi ancaman kriminalitas, kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, hingga bencana alam yang kerap muncul tanpa prediksi.
Rapat Forkopimcam kali ini diharapkan mampu menghasilkan strategi bersama yang lebih solid untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di seluruh kecamatan Kutai Timur.
Dengan forum yang berlangsung dua hari tersebut, pemerintah daerah menargetkan lahirnya langkah konkret dalam memperkuat deteksi dini dan kesiapan menghadapi berbagai potensi kerawanan sosial. (*/ogy)
![]()












