AdvertorialDiskominfo Kutai Timur

Semenisasi Jalan Permukiman Jadi Prioritas Pembangunan Infrastruktur Desa  

SANGATTA, KASAKKUSUK.com – Kepala Desa Sangatta Selatan, Muhajir mengungkapkan pihaknya saat ini memprioritaskan semenisasi jalan di area pemukiman dalam program pembangunan infrastruktur.

Langkah ini diambil karena sebagian besar jalan di pemukiman selayaknya sudah dalam kondisi permanen, bukan sekadar pengerasan.

Muhajir menyampaikan, secara keseluruhan kondisi infrastruktur jalan di desanya sudah cukup lumayan. Namun masih ada permukiman warga dan gang yang membutuhkan perhatian pemerintah untuk ditingkatkan dari pengerasan menjadi semenisasi atau bersifat permanen.

“Harapan kami ke Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, jangan kegiatan yang sifatnya hanya peningkatan. Kami lebih prioritas ke semenisasi karena sebagian besar jalan di area permukiman warga Sangatta Selatan selayaknya sudah disemenisasi,” tegas Muhajir kepada KASAKKUSUK.com di ruang kerjanya pada Rabu, 26 November 2025.

Dari anggaran APBDes, kata dia, pemerintah desa mengalokasikan dana khusus untuk meningkatkan infrastruktur jalan yang menjadi kewenangan desa. “Beberapa jalan dan gang sudah disubsidi pembangunannya untuk meningkatkan kualitas akses masyarakat,” ucapnya.

Selain itu, dia juga meminta Pemerintah Kabupaten Kutai Timur melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (Perkim) sebagai perangkat pemerintah yang bertugas menangani infrastruktur jalan untuk merealisasikan impian telah lama ditunggu masyarakat di desanya.

“Prioritas pembangunan seharusnya bukan hanya peningkatan tapi langsung ke semenisasi. Kami berharap agar ke depannya lebih prioritas ke semenisasi. Itu yang kami harapkan karena tentu sebagian besar jalan khususnya di area pemukiman Sangatta Selatan ini seharusnya sudah disemenisasi,” ujar Muhajir.

Dia bilang jalan permukiman yang baik merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Selain memudahkan mobilitas, lanjut dia, jalan yang bagus juga berdampak pada kesehatan karena mengurangi debu, memudahkan akses layanan kesehatan dan pendidikan, serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Dikemukakan pula, program Bantuan Keuangan Khusus Desa (Bankeususdes) dialokasikan Rp250 juta per Rukun Tetangga (RT) juga membuka peluang pembangunan jalan lingkungan di tingkat RT.

“Banyak RT yang mengusulkan pembangunan atau perbaikan jalan gang sebagai prioritas dalam musyawarah perencanaan di tingkat RT,” beber Muhajir.

Menurutnya, infrastruktur jalan yang memadai juga menjadi salah satu indikator keberhasilan pembangunan desa.

Karena itu, pemerintah desa berkomitmen terus meningkatkan kualitas jalan agar seluruh warga bisa menikmati akses yang layak.

Selain jalan, infrastruktur lain seperti jembatan juga mendapat perhatian. Pembangunan jembatan atau gertak ulin di Jalan Santai yang dibantu Dinas Pariwisata menjadi contoh sinergi pemerintah desa dengan pemerintah kabupaten dalam pembangunan infrastruktur.

Dengan wilayah seluas 58 ribu hektare dan 46 RT, tantangan pembangunan infrastruktur di Sangatta Selatan memang tidak ringan. Namun dengan komitmen dan anggaran yang memadai, pihaknya mengaku optimistis bisa mewujudkan infrastruktur jalan  berkualitas untuk kesejahteraan masyarakat. (adv/ute)

Loading

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

error: